Senin, 19 Oktober 2026

KKM 17 UNIBA Launching Produk Jamu Olahan TOGA di Mekarsari: Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Herbal Lokal

- Senin, 17 Agustus 2026

| 22:22 WIB

KKM 17 UNIBA

SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 17 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menghadirkan terobosan kreatif dalam program pengabdian masyarakatnya. Mereka resmi meluncurkan produk jamu tradisional sebagai program kerja unggulan untuk memaksimalkan potensi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Serang.

Acara peluncuran tersebut dipusatkan di Taman Kehidupan Kelompok Wanita Tani (KWT) Al-Mujahidin dan Asman TOGA Wuluh Telang Masaru Bersemi, yang menjadi wujud sinergi erat antara mahasiswa dan warga setempat.

Inisiatif ini digagas bukan sekadar untuk melestarikan budaya minum herbal warisan leluhur, melainkan dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah modernisasi, mahasiswa melihat potensi besar dari tanaman herbal di lingkungan sekitar yang belum dioptimalkan secara komersial.

Dalam rangkaian acara, mahasiswa bersama warga menggelar edukasi interaktif mengenai pengenalan bahan baku, tata cara pengolahan higienis, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki daya jual tinggi.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 17 UNIBA, Ratu Sifa Ni’mah, S.E., M.Ak., mengapresiasi langkah progresif mahasiswanya. Ia menekankan agar program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial belaka.

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai produk yang bernilai kesehatan sekaligus bernilai ekonomi. Potensi tanaman herbal di Kelurahan Mekarsari sangat besar,” ujar Ratu Sifa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KKM 17 UNIBA, Ihya Ulumuddin, menyebutkan bahwa peluncuran jamu ini bertujuan menumbuhkan kreativitas warga dalam mengolah bahan alam menjadi produk bernilai tambah.

“Kami ingin memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan sekaligus berharap produk jamu ini bisa bertransformasi menjadi produk unggulan mandiri setelah masa KKM selesai,” ungkap Ihya.

Respon positif langsung ditunjukkan oleh warga Mekarsari. Tingginya antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh sesi mulai dari peracikan bahan alami hingga diskusi pengemasan produk.

Melalui kolaborasi ini, KKM 17 UNIBA optimis program tersebut mampu memberikan dampak berkelanjutan: tidak hanya mendongkrak kesadaran hidup sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga dari pekarangan rumah sendiri.***

2