Sabtu, 30 Mei 2026

Demo Rasa Konser, Kapolres Serang Joget Bareng Buruh di Tengah Hujan Lebat

- Kamis, 18 Desember 2025

| 18:25 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemandangan unik mewarnai aksi unjuk rasa ribuan buruh di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (18/12/2025). Di tengah guyuran hujan lebat, ketegangan massa justru mencair saat Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, turun langsung berjoget bersama para demonstran.

Pantauan di lokasi, dentuman house music dari mobil komando mengubah suasana orasi yang semula memanas menjadi lebih rileks. Ribuan buruh yang awalnya tampak tegang perlahan larut dalam irama musik sambil tetap mengangkat spanduk tuntutan mereka.

Aksi “joget bareng” ini dilakukan AKBP Condro Sasongko saat massa mulai merasa tidak sabar menunggu kehadiran Bupati Serang. Alih-alih menggunakan pendekatan represif, Kapolres memilih mendinginkan suasana dengan cara yang akrab.

“Hujan bukan penghalang, yang penting aspirasi tetap jalan dan situasi tetap aman. Kalau bisa cair, kenapa harus tegang? Kita jaga kondusivitas bareng-bareng,” ujar Condro sambil tersenyum di sela-sela kerumunan massa.

Langkah ini rupanya efektif. Sejumlah personel kepolisian yang berjaga juga tampak lebih lentur mengikuti irama, meski tetap dalam posisi siaga. Para buruh pun menjuluki aksi ini sebagai “demo rasa konser”.

Meski suasana berlangsung cair, substansi perjuangan buruh tetap disuarakan dengan lantang. Koordinator aksi, Asep Saefullah, dalam orasinya menegaskan tiga poin utama tuntutan buruh untuk tahun 2026:

  • Sidang Pleno Pengupahan: Mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera menggelar sidang pleno tanpa penundaan.
  • Kenaikan UMK 12 Persen: Menuntut penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Serang tahun 2026 naik sebesar 12 persen.
  • Pemberlakuan UMSK: Mendesak penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2026 yang lebih berpihak pada keadilan bagi pekerja.

“Kami ingin kenaikan yang adil dan nyata bagi buruh, bukan sekadar angka di atas kertas. Harga kebutuhan pokok terus naik, kesejahteraan kami harus jadi prioritas,” tegas Asep.

Aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib. Meski diwarnai tawa dan jogetan di bawah hujan, massa tetap berkomitmen mengawal tuntutan mereka hingga ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.***

2