SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya masih aman di tengah ancaman musim kemarau panjang. Khusus untuk komoditas utama berupa beras, Banten bahkan mencatatkan surplus hampir 200 ribu ton.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, total ketersediaan beras saat ini mencapai 305.644 ton, sedangkan tingkat kebutuhan masyarakat tercatat berada di angka 106.696 ton. Dengan kalkulasi tersebut, neraca stok beras di Banten mengalami surplus sebanyak 198.948 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, menegaskan bahwa angka tersebut membuktikan ketersediaan beras lokal masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan meskipun musim kemarau berlangsung cukup panjang.
”Untuk beras, stok kita masih surplus. Ketersediaannya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banten,” ujar Nasir. Rabu (19/8/2026).
Selain beras, Nasir memastikan komoditas pangan strategis lainnya terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Beberapa komoditas penunjang tersebut meliputi jagung, bawang, kedelai, hingga cabai.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah daerah secara aktif memantau ketersediaan serta rantai pasok distribusi berbagai komoditas pangan guna mencegah potensi gangguan selama musim kemarau.
”Komoditas pangan lainnya juga masih kita pantau, seperti jagung, bawang, kedelai, dan cabai. Kita memastikan ketersediaan dan distribusinya tetap terjaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemprov Banten intensif mengawasi pergerakan pasokan serta fluktuasi harga pangan di sejumlah pasar tradisional maupun modern. Langkah strategis ini ditempuh guna mengantisipasi hambatan distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Melalui surplus stok yang signifikan ini, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama musim kemarau dapat terus terpenuhi dengan baik.***













