Senin, 19 Oktober 2026

Sultan Banten ke-18 Tegaskan Komitmen Kebangsaan: Banten Harus Bersatu dan Jaga NKRI

- Senin, 17 Agustus 2026

| 11:22 WIB

Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja

​SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai akidah, serta melestarikan budaya adab di tengah masyarakat Banten.

Hal tersebut disampaikannya sebagai fondasi utama dalam membangun daerah yang bermartabat dan sejahtera dalam rangka HUT RI ke 81.

​Menurut Sultan Banten, langkah awal yang harus ditegakkan adalah menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Namun, yang paling utama adalah menjadikan Banten sebagai wilayah yang berakidah dan berbudaya sejahtera, selaras dengan motto ketenteraman Banten.

​”Bersih dari narkoba itu penting, tapi yang paling utama adalah jadikan Banten berakidah dan berbudaya sejahtera. Artinya, akurat melakukan perhubungan itu adalah menjauhi hal-hal yang menyimpang dan takut kepada Allah, sementara berbudaya itu adalah adab. Kalau kedua hal itu sudah dijalankan, insya Allah kita akan sejahtera,” ujar Sultan Banten ke-18, Senin (17/8/2026).

​Menanggapi berbagai tantangan kebangsaan saat ini, Sultan Banten menegaskan bahwa warga Banten harus senantiasa bersatu dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia dengan tegas membantah isu atau wacana yang menyebutkan Banten akan melepaskan diri dari NKRI.

​”Warga Banten harus bersatu, jaga NKRI. Jangan ada pemikiran bahwa Banten akan membubarkan diri dari NKRI, tidak ada itu,” tegasnya.

​Ia mengingatkan bahwa Kesultanan Banten, bersama kesultanan-kesultanan Nusantara lainnya seperti Gowa dan lain-lain, merupakan salah satu elemen historis yang turut mendukung dan membidani pendirian NKRI. Sebagai pewaris dan penerus takhta, pihaknya memastikan komitmen tersebut tidak akan pernah luntur.

​Mengulas makna kemerdekaan dari sudut pandang sejarah Kesultanan Banten, kemerdekaan dimaknai sebagai momentum untuk menyatukan berbagai elemen bangsa yang selama ini sempat terpecah-pecah.

​”Sekarang kita bersatu, baru menuju Indonesia yang merdeka, bersih betul-betul merdeka. Merdeka bukan hanya dari penjajah, tetapi juga dari berbagai ancaman perpecahan,” tambahnya.

​Sultan Banten juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah (PR) besar bagi seluruh warga Banten, terutama dalam membentengi generasi mendatang dari bahaya narkoba dan degradasi moral agar masa depan bangsa tetap terjaga dalam bingkai persatuan NKRI.***

2