Rabu, 14 Oktober 2026

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, 143 Kali Letusan Tercatat pada Agustus

- Rabu, 26 Agustus 2026

| 18:03 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, itu tercatat mengalami ratusan kali aktivitas erupsi sepanjang Agustus 2026.

Hingga 25 Agustus 2026, sebanyak 143 kali erupsi tercatat sejak awal bulan. Aktivitas tersebut masih berlangsung pada Rabu (26/8/2026).

Petugas Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, mengatakan aktivitas erupsi disertai keluarnya asap kawah berwarna putih yang terlihat cukup pekat dari hasil pengamatan visual.

“Kepulan asap itu tergantung arah angin akan menuju ke mana. Sampai hari ini yang terdampak masih di wilayah Lampung dan pulau-pulau di sekitarnya,” kata Anggi.

Menurut dia, arah penyebaran asap dan material vulkanik dari erupsi sangat bergantung pada kondisi angin, terutama arah dan kecepatannya. Sejauh ini, dampak yang terpantau masih berada di sekitar wilayah Lampung dan belum menimbulkan gangguan signifikan.

“Sampai saat ini memang Gunung Anak Krakatau masih terus erupsi. Bahkan sejak awal bulan Agustus sampai dengan tanggal 25 Agustus kemarin, sudah terjadi sebanyak 143 erupsi,” ujarnya.

Selain aktivitas erupsi, alat pemantauan juga masih merekam kegempaan di Gunung Anak Krakatau. Anggi mengatakan gempa yang tercatat hingga kini didominasi gempa vulkanik.

“Kalau untuk gempa masih gempa vulkanik, dan tidak ada gempa tektonik,” tegasnya.

Status Gunung Anak Krakatau hingga Rabu (26/8/2026) belum mengalami perubahan. Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Serang, Banten, masih mencatat gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Radius yang harus dihindari sekitar 3 kilometer dari kawah aktif.

PVMBG juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui pengamatan erupsi, kegempaan, serta perubahan kondisi visual gunung api.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda diminta tetap tenang dan tidak panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyebarkan maupun mempercayai informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum dipastikan kebenarannya.

Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu gunung api yang mendapat perhatian khusus karena berada di kawasan Selat Sunda dan memiliki rekam aktivitas erupsi yang tinggi. Karena itu, perkembangan aktivitasnya terus dipantau untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap masyarakat di wilayah sekitar.***

2