Rabu, 22 April 2026

Bermain di Sungai Cibanten, Bocah SD di Ciomas Tewas Tersedot Pipa Irigasi

- Rabu, 22 April 2026

| 07:05 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Nasib nahas menimpa M (12), seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersedot ke dalam pipa irigasi saat sedang asyik bermain di aliran Sungai Cibanten, Kampung Masigit, Desa Sukabares, Selasa (21/4/2026) sore.

Insiden tragis itu bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama sekitar 10 rekannya tengah mandi dan bermain di atas instalasi pipa irigasi yang melintasi sungai tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga tutup pipa yang berada di dasar sungai tersenggol hingga terbuka. Korban yang berniat mencari atau mengambil tutup tersebut justru terseret arus kuat dan masuk ke dalam lubang pipa. Tubuh korban tersangkut dengan posisi setengah badan terjepit di dalam saluran, sementara bagian kepala terendam air.

Warga yang mendapat laporan dari rekan korban segera berdatangan dan melakukan evakuasi secara gotong royong. Korban berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Ciomas sekitar pukul 15.30 WIB.

Lantaran kondisinya yang kian kritis, korban sempat dirujuk ke RSUD Banten. Namun sayang, setibanya di rumah sakit, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Ciomas, Aiptu Aminudin, membenarkan adanya peristiwa maut tersebut. Menurutnya, kejadian ini murni kecelakaan saat korban sedang bermain di area sungai.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi maupun proses hukum lebih lanjut,” ujar Aminudin.

Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka, Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas.

Pasca kejadian, pihak kecamatan setempat langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (Cibanten) untuk melakukan evaluasi. Pemkot dan pihak terkait diminta segera merapikan instalasi pipa di lokasi agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.***