Minggu, 31 Mei 2026

Ratusan Rumah di Dua Desa di Kecamatan Padarincang Terendam Banjir

- Senin, 29 Desember 2025

| 12:28 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang pada Minggu malam (28/12) menyebabkan aliran Kali Cikalumpang meluap. Akibatnya, ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Padarincang terendam banjir. Peristiwa ini juga menelan satu korban jiwa.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, banjir mulai memasuki pemukiman warga pada pukul 20:00 WIB. Lokasi terdampak meliputi Desa Citasuk (Kampung Sukamaju dan Kampung Begog) serta Desa Kalumpang (Kampung Bayur dan Kampung Rancasumur).

Banjir kali ini membawa kabar duka. Seorang warga bernama Bapak Marto (60), warga Kampung Begog, Desa Citasuk, dilaporkan meninggal dunia (MD) dalam peristiwa tersebut.

Hingga Senin (29/12), tercatat sebanyak 350 KK atau sekitar 1.200 jiwa terdampak. Sebanyak 2 KK (6 jiwa) terpaksa mengungsi ke gedung SD Sukamaju karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang melaporkan bahwa setidaknya 308 unit rumah warga tergenang air. Selain rumah tinggal, satu fasilitas pendidikan yaitu Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar juga turut terdampak luapan air.

“Personil sudah diberangkatkan ke lokasi sejak menerima laporan untuk melakukan evakuasi warga dan memantau debit air Kali Cikalumpang,” tulis laporan resmi BPBD Kabupaten Serang, Senin (29/12/2025).

Memasuki Senin siang, kondisi di beberapa titik mulai menunjukkan tren positif. Di Desa Kalumpang, situasi dilaporkan sudah kondusif. Sementara di Kampung Sukamaju, Tinggi Muka Air (TMA) masih bervariatif antara 20 hingga 60 cm, namun air dilaporkan sudah berangsur surut.

“Cuaca di lokasi saat ini terpantau berawan. Sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air benar-benar kering,” lanjut laporan tersebut.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD Kabupaten Serang, Polsek, Koramil, PMI Kabupaten Serang, pihak kecamatan, desa, hingga masyarakat setempat.***

2