SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kota Serang menyebabkan permukiman warga di Kampung Kendal, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, terendam banjir hebat sejak Kamis (18/12/2025) malam. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga yang mayoritas nelayan lumpuh total.
Air mulai masuk ke permukiman pada Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB. Luapan sungai yang tak mampu menampung debit air hujan menjadi pemicu utama banjir di wilayah tersebut.
Menurut keterangan warga setempat, kondisi banjir kali ini cukup parah. Ketinggian air yang awalnya setinggi dada orang dewasa terus meningkat hingga 2 meter, akibatnya sebanyak 58 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 50 rumah warga terendam.
Salah seorang warga, Oding, mengungkapkan bahwa para nelayan sudah tidak bisa mencari nafkah selama hampir empat hari terakhir. Selain karena banjir yang merendam rumah, kondisi cuaca di laut juga tidak mendukung.
“Sudah hampir 3-4 hari tidak melaut semenjak air meluap dan hujan terus. Sekarang ombak juga sedang kebaratan (besar), jadi bahaya,” kata Oding, Jumat (19/12/2025).
Warga kini hanya bisa pasrah menunggu air surut untuk bisa kembali menata kehidupan dan memulai aktivitas normal. “Mau gimana lagi, namanya sudah keadaan begini. Nanti kalau surut ya kita mulai dari awal lagi, tata halaman dan narik (nelayan) lagi,” imbuhnya.
Terkait bencana rutin ini, warga berharap Pemerintah Kota Serang melakukan langkah konkret agar musibah serupa tidak terus berulang setiap tahun.
“Harapan kami sungai ditata, ada pondasinya. Dan buat masyarakat, tolong jangan buang sampah sembarangan ke sungai,” pungkas Oding.***













