Selasa, 5 Mei 2026

Didominasi Kebutuhan Konsumtif, Utang Pinjol di Banten Capai Rp7,19 Triliun

- Selasa, 5 Mei 2026

| 12:53 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Total utang pinjaman online (pinjol) masyarakat Provinsi Banten tercatat mencapai angka Rp7,19 triliun hingga Desember 2025. Angka ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan, yakni lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp2,23 triliun.

Berdasarkan data Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), peningkatan juga terlihat dari jumlah pengguna aktif. Jumlah rekening penerima pinjaman naik dari sekitar 1,10 juta akun pada tahun 2024 menjadi 1,84 juta entitas pada tahun 2025.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten, Adi Dharma, menyatakan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi yang membuat akses terhadap pembiayaan menjadi semakin mudah dan cepat.

“Peningkatan jumlah rekening penerima pinjaman aktif didorong oleh akselerasi digitalisasi layanan keuangan yang memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan,” ujar Adi Dharma.

Namun, di balik kenaikan tersebut, terdapat hal yang perlu menjadi perhatian serius. Adi mengungkapkan bahwa struktur penggunaan dana pinjol di Banten masih didominasi oleh kebutuhan yang bersifat konsumtif.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko keuangan di masa depan, baik bagi individu maupun secara sistemik jika tidak diantisipasi dengan baik. Meskipun demikian, kebutuhan modal usaha juga turut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan kredit digital tersebut.

Di akhir kesempatan, Adi Dharma mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

“Perluasan akses pembiayaan merupakan hal positif, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penyaluran dan perilaku keuangan masyarakat yang lebih prudent agar tidak menimbulkan risiko sistemik di kemudian hari,” pungkasnya.***