SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandi menegaskan Bank Banten harus berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar entitas bisnis.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (28/4/2026).
RUPS membahas lima agenda utama, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penetapan penggunaan laba bersih, hingga penunjukan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026. Selain itu, dibahas pula realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan VII serta penetapan remunerasi pengurus.
Deden menilai forum ini menjadi titik evaluasi sekaligus penentu arah transformasi Bank Banten ke depan.
“Sebagai pemegang saham pengendali, kami melihat Bank Banten sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan peran Bank Banten penting untuk memperluas inklusi keuangan dan menopang kapasitas fiskal daerah.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan kinerja perseroan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif.
“Sejak 2023 hingga 2025, laba tumbuh berkelanjutan, diikuti perbaikan indikator keuangan dan penguatan fundamental usaha,” katanya.
Di sektor layanan pemerintah, Bank Banten telah mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) milik Pemprov Banten serta sejumlah pemerintah daerah, di antaranya Lebak, Pandeglang, dan Kota Serang. Sementara itu, kerja sama dengan daerah lain masih dalam proses.
Busthami menambahkan, ekspansi layanan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penguatan kerja sama, termasuk dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).***













