LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Sebuah kisah memilukan menimpa warga Pasirmalang, Kecamatan Rangkasbitung. Seorang ibu gagal menjalani persalinan di RSUD dr. Adjidarmo lantaran stok benang jahit di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tersebut kosong. Akibatnya, sang bayi dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan rujukan menuju RSUD Banten di Kota Serang.
Kejadian ini diungkapkan langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, saat sela-sela Rapat Paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2025 di Gedung DPRD Lebak, Rabu (22/4/2026).
“Ini kejadian yang sangat memprihatinkan. Ada warga mau melahirkan secara caesar, sudah datang ke RSUD Adjidarmo tapi ditolak dengan alasan benang jahit kosong,” ujar Regen.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang dinilai terlalu gegabah mengambil langkah rujukan hanya karena kendala teknis alat kesehatan. Menurutnya, pihak RS seharusnya memberikan tindakan darurat terlebih dahulu.
“Ini persoalan nyawa. Bayi itu sampai meninggal dunia. Harusnya RSUD menangani dulu, jangan langsung bilang tidak ada benang lalu main rujuk saja ke provinsi. Dampaknya fatal,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Direktur RSUD dr. Adjidarmo, Eka Dharmana Putra, memberikan klarifikasi. Eka membenarkan bahwa pasien atas nama Neneng datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 18 April 2026.
Menurut Eka, saat itu petugas medis memang memberikan edukasi kepada pasien mengenai ketersediaan benang operasi yang sedang kosong.
“Bidan dan dokter jaga melakukan pemeriksaan medis sambil mengedukasi pasien bahwa saat itu tidak ada benang untuk operasi caesar. Rencana awal, pasien tetap akan dirawat dan diberikan tindakan medis awal sebelum dirujuk,” kata Eka, Kamis (23/4/2026).
Namun, Eka mengklaim bahwa setelah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi stok benang, pihak keluarga pasien justru memilih untuk mencari rumah sakit lain secara mandiri.
“Pasien menolak dirawat di RSUD Adjidarmo dan memilih ke RS lain. Padahal pada pemeriksaan sebelumnya tanggal 9 April, kondisi pasien terpantau baik dan tidak ada tanda-tanda kegawatdaruratan medis saat itu,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik di Lebak, mengingat status RSUD Adjidarmo sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.***














