Jumat, 24 April 2026

Kapolda Banten Klaim Pembangunan Jembatan dan Penghijauan Tanpa Gunakan APBN

- Jumat, 24 April 2026

| 18:12 WIB

Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki foto bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah pada acara penanaman 1.000 mangrove di Kawasan Industri Krakatau Steel, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang digelar Polres Cilegon bersama PT Krakatau Chandra Energi (KCE) ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri. (Foto: bantenpro.co.id)

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, menegaskan bahwa sejumlah proyek pembangunan jembatan serta aksi penghijauan di wilayah hukum Polda Banten dilakukan tanpa menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program-program tersebut diklaim murni hasil kolaborasi, donasi, dan semangat gotong royong.

Pernyataan ini disampaikan jenderal bintang satu tersebut saat menghadiri penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kawasan Industri Krakatau Steel, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (24/4/2026).

“Indonesia asri tentu harus dimulai dari kebersihan. Tidak kotor dan tidak sembrono dalam pengelolaan sampah,” ujar Kapolda di hadapan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dan jajaran Forkopimda yang hadir.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, Kapolda tercatat sudah dua kali menyambangi Cilegon untuk aksi lingkungan. Sebelumnya, penanaman pohon buah seperti rambutan dan alpukat dilakukan di kawasan Situ Rawa Arum, Kecamatan Grogol, yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata warga.

Tak hanya soal lingkungan, Polda Banten juga aktif menginisiasi pembangunan infrastruktur. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Tangerang serta jembatan di Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Teranyar, pembangunan jembatan dilakukan di Desa Cisaat, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Menariknya, proyek jembatan senilai kurang lebih Rp100 juta tersebut dibangun melalui bantuan material dari para dermawan, perbankan, dan pelaku industri.

“Yang perlu saya tegaskan, seluruh kegiatan ini tidak menggunakan anggaran DIPA, APBN, maupun APBD. Semua diinisiasi oleh Polda Banten dengan mengajak tokoh dermawan dan masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk beramal saleh,” tegasnya.

Bahkan, Brigjen Pol Hengki mengaku merogoh kocek pribadi senilai Rp10 juta untuk membantu upah tenaga kerja. Jembatan di Cisaat yang sebelumnya hanya berupa bambu sempit, kini telah bertransformasi menjadi jembatan permanen dengan lebar 1,5 meter dan panjang 20 meter.

Kapolda berharap model pembangunan berbasis gotong royong ini terus dijalankan oleh jajarannya di wilayah lain.

“Teruslah berinovasi dan mengajak masyarakat. Yang penting, tidak ada korupsi. Sepakat ya, masyarakat Cilegon?” pungkasnya.***