SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah mulai menuai kritik dari warga sekitar dapur produksi (central kitchen). Bukan karena menu makanannya, melainkan karena pengelolaan limbah cair bekas cucian dapur yang dinilai buruk dan mulai mengganggu kenyamanan pemukiman warga.
Di salah satu kawasan padat penduduk yang menjadi lokasi dapur penyedia MBG, warga Kampung Warung Pasar, Keluarahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengeluhkan bau menyengat yang keluar dari dapur MBG selama dua pekan terakhir. Bau tak sedap tersebut diduga kuat berasal dari air bekas cucian tempat makan maupun alat masak.
“Sejak dapur itu beroperasi melayani ribuan porsi setiap pagi, banyak air di dari dapur MBG yang mengalir ke jalan dan membuat jalan rusak, kadang juga bau airnya itu, ini sudah berlangsung kurang lebih satu bulan,” ujar salah satu warga yang engan menyebutkan namanya, kepada bantenpro.co.id, Senin (8/6/2026).
Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan lisan kepada ketua RT Setempat, namun hingga kini belum ada tindakan konkret yang signifikan untuk mengatasi masalah pembuangan air tersebut.
Warga mendesak pihak pengelola dapur produksi MBG bertanggung jawab dengan membuat sistem pengolahan limbah mandiri, agar tidak mengalir ke jalan raya dan menimbulkan bau tidak sedap.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional lebih ketat dalam mengawasi aspek Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) terhadap mitra penyedia makanan MBG, agar program nasional yang berniat baik ini tidak justru merugikan lingkungan sekitar.***















