Jumat, 24 April 2026

Gelar Gerakan Indonesia Asri, Polres Cilegon dan PT KCE Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Citangkil

- Jumat, 24 April 2026

| 20:28 WIB

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Sebagai langkah nyata menjaga kelestarian ekosistem pesisir, Polres Cilegon bersama Polda Banten dan PT Krakatau Chandra Energy (KCE) melakukan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di kawasan industri Krakatau Steel, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (24/4/2026).

Aksi lingkungan yang menyasar lahan seluas 1 hektare ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, sebuah inisiatif nasional untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di wilayah Banten.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat vital bagi wilayah industri seperti Cilegon, terutama dalam menjaga kualitas air.

“Secara ekologis, mangrove mampu menyaring polutan. Bahkan 2 sampai 5 hektare mangrove bisa menyaring limbah dari 1 hektare tambak. Ini adalah langkah nyata membangun benteng pertahanan alam,” ujar Martua di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, hutan mangrove Indonesia yang mencapai 4 juta hektare merupakan salah satu yang terluas di dunia. Selain mencegah abrasi secara alami yang jauh lebih efisien dibanding infrastruktur beton, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan hutan daratan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan aparat dan perusahaan, tetapi juga merangkul berbagai elemen masyarakat. Kelompok yang turut hadir di antaranya adalah siswa SMP PGRI, pelajar SMA Juronakia Banjarnegara, anggota Saka Bhayangkara, hingga organisasi PAKPM.

Tak hanya fokus pada isu lingkungan, Polres Cilegon dan Polda Banten juga menyalurkan 100 paket bantuan sosial (bansos) kepada para nelayan di sekitar lokasi penanaman sebagai bentuk empati terhadap masyarakat pesisir.

“Ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan warga pesisir,” tambah Martua.

Di tempat yang sama, Manager HSSE PT Krakatau Chandra Energy, Muhammad Ferry Muhdiana, mengungkapkan bahwa komitmen perusahaan terhadap penghijauan pesisir sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam.

“Penanaman mangrove sudah kami inisiasi sejak tahun 1996. Kami melihat manfaatnya sangat besar, mulai dari akar hingga buahnya. Ini adalah bagian dari komitmen dan target kinerja perusahaan untuk terus menjaga lingkungan,” kata Ferry.

Pihaknya berharap, kolaborasi lintas sektor ini dapat terus disosialisasikan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove demi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.***