Senin, 4 Mei 2026

Warga Keluhkan Bau Menyengat di Sungai Terminal Pakupatan, DLH Kota Serang Lakukan Penelusuran dan Uji Sampel

- Senin, 4 Mei 2026

| 15:11 WIB

Petugas DLH Kota Serang melakukan verifikasi lapangan dan pengambilan sampel air sungai guna mendeteksi kandungan limbah serta memastikan sumber pencemaran. (Foto: mahyadi/bantenpro)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Warga di sekitar kawasan Terminal Pakupatan, Kota Serang, mengeluhkan adanya bau menyengat yang berasal dari aliran anak sungai di wilayah tersebut. Dugaan kuat mengarah pada kasus pencemaran air akibat limbah. Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi sekaligus mengambil sampel air guna diuji di laboratorium.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPLH) DLH Kota Serang, Nurmainah, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap penelusuran untuk menemukan sumber utama penyebab bau tersebut.

“Kami sedang melakukan proses verifikasi dan pencarian sumber bau yang dimaksud. Sedangkan untuk hasil pengujian sampel air, diperkirakan baru dapat diketahui dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, Ketua RT 03/RW 04 Lingkungan Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Tito, membenarkan bahwa petugas telah melakukan pengambilan sampel langsung di lokasi.

“Mereka sudah mengambil air sungai untuk dijadikan sampel, nanti akan diuji di laboratorium untuk mengetahui apakah air tersebut mengandung limbah berbahaya atau tidak,” katanya.

Menurut keterangan warga, meskipun secara tampilan fisik warna air masih terlihat normal, namun bau tidak sedap tersebut sudah tercium selama hampir satu minggu terakhir.

“Sampai hari ini baunya masih terasa menyengat. Warna airnya memang tidak berubah, tapi kita tidak tahu zat apa saja yang terkandung di dalamnya,” ungkap Tito.

Ia juga menambahkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, di mana sumber pencemaran diduga berasal dari aktivitas pabrik peternakan hewan yang berada di sekitar wilayah tersebut.

“Dulu kejadiannya hampir sama, dan saat itu sumbernya teridentifikasi berasal dari limbah pabrik peternakan hewan,” tambahnya.

Warga setempat berharap hasil uji laboratorium dapat segera dirilis. Hal ini agar sumber pencemaran dapat dipastikan dan segera ditindak tegas, sehingga dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat bisa segera dihentikan.***