Rabu, 20 Mei 2026

Pansel PT PCM Isyaratkan Faktor Reputasi Jadi Alasan Tak Pilih Psikolog Lokal

- Rabu, 20 Mei 2026

| 20:11 WIB

Anggota Pansel PT PCM Saeful Bahri menjelaskan alasan penggunaan tim psikologi yang dipimpin dosen UI dalam seleksi komisaris independen.

Anggota Pansel PT PCM Saeful Bahri menyebut faktor reputasi dan rekam jejak menjadi pertimbangan penggunaan tim psikologi dalam seleksi komisaris independen. (Foto: Ismatullah/Bantenpro)

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Panitia Seleksi (Pansel) Komisaris Independen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mengisyaratkan faktor reputasi menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan tim psikologi pada tahapan seleksi calon komisaris independen.

Anggota Pansel PT PCM, Saeful Bahri mengatakan, tahapan psikotes dilakukan oleh lembaga psikologi InsanQ yang dipimpin dosen Universitas Indonesia (UI).

Menurut dia, latar belakang akademik dan rekam jejak tim psikologi menjadi pertimbangan dalam proses seleksi tersebut.

“Karena bagaimana Universitas Indonesia itu kan range perguruan tingginya, kalau dosen psikologinya istilahnya ngajar di situ jadi ketua tim, itu kan juga sudah garansi kan,” kata Saeful, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, Saeful menegaskan lembaga yang digunakan dalam psikotes bukan Universitas Indonesia, melainkan badan usaha bernama InsanQ.

“Tim psikologi UI ini bukan dari kampus UI. Tapi ketua tim psikolognya dosen Universitas Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan, InsanQ sebelumnya juga pernah digunakan dalam pelaksanaan tes psikologi di sejumlah perusahaan dan rumah sakit.

“Nah, InsanQ ini beberapa kali terbukti dipakai untuk tes psikologi di Krakatau Steel, di rumah sakit-rumah sakit seperti yang kemarin Bethsaida. Dan ya testimoni mereka semua, dia profesional,” katanya.

Saeful memastikan Pemkot Cilegon maupun pansel tidak memiliki kontrak kerja sama langsung dengan Universitas Indonesia dalam proses seleksi tersebut.

“Jadi kalau pertanyaan kenapa tidak berkontrak? Enggak ada kita berkontrak (dengan UI), kita ininya kepada InsanQ,” ucapnya.

Dalam keterangannya, Saeful juga menyebut sebagian besar tim psikologi yang terlibat berasal dari Cilegon.

“Dan tim-tim psikologinya juga orang Cilegon. Jadi semua ibaratnya pekerjanya orang Cilegon,” katanya.

Meski mengakui terdapat psikolog di daerah, Saeful menilai faktor reputasi dan latar belakang akademik menjadi pertimbangan dalam pemilihan tim psikologi.

“Nah itu aja. Walaupun ada kok di sini psikolog. Tapi kan dia cuma S1,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan InsanQ juga mempertimbangkan profesionalitas dan integritas lembaga.

“Karena rekam jejaknya positif, berintegritas,” pungkasnya.***