SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan dua proyek investasi besar yang sedang dalam tahap persiapan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat. Proyek pertama berupa industri garmen yang akan dikelola PT JDI (Jaya Dinasti Indonesia), sementara proyek kedua berlokasi di kawasan Walantaka dengan skala penyerapan tenaga kerja yang jauh lebih besar.
Menurut Budi, tahap pembangunan baru saja dimulai, namun kebutuhan ruang penyimpanan mendesak membuat pengelola menyewa gudang sementara di kawasan Penancangan. Proyek garmen ini saja direncanakan menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Sementara itu, proyek di kawasan Walantaka yang masih dalam proses koordinasi dengan Pemkot Serang, diproyeksikan membutuhkan sekitar 3.000 karyawan.
“Kalau yang di Walantaka nanti hampir 3.000 orang yang dibutuhkan. Persiapannya sekarang sedang kami kawal bersama Dinas Tenaga Kerja. Ini kenapa saya selalu bilang investasi itu penting? Coba bayangkan antrean pelamarnya seperti apa nanti. Kalau yang 500 orang saja sudah ramai, apalagi yang ribuan,” ujar Budi dalam wawancara khusus, Selasa (12/5/2026).
Budi menegaskan, kehadiran investasi ini bukan sekadar angka ekonomi, melainkan langkah strategis agar warga Kota Serang bisa bekerja di wilayahnya sendiri. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menjamin kesejahteraan, mengingat Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku dinilai sudah cukup layak untuk memenuhi kebutuhan hidup serta kebutuhan lain seperti tempat tinggal.
“Saya ingin apa yang ada di Kota Serang, yang menikmati harusnya warga Kota Serang. Kita berupaya agar warga yang belum bekerja atau lulusan sekolah bisa kerja di kotanya sendiri. Dengan UMR yang ada, cukup untuk hidup di sini, sisanya bisa ditabung untuk keperluan lain. Ini arah kami menuju Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera. Bahagia kalau punya kebutuhan terpenuhi, sejahtera kalau punya pekerjaan,” tegasnya.
Untuk memastikan proses rekrutmen berjalan bersih dan transparan, Budi memastikan pengawasan dilakukan langsung olehnya. Ia bahkan berencana membuka saluran pengaduan khusus atau hotline agar masyarakat bisa melaporkan jika ditemukan praktik pungutan liar atau penyimpangan. Ia mengaku siap menghadapi risiko tekanan demi menjamin hak warga.
“Rekrutmen ini dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja dan diawasi langsung saya. Nanti kita buat hotline aduan, jangan sampai ada pungli. Saya tidak mau seperti daerah lain. Saya siap dibuli, siap digoreng oknum-oknum tertentu. Tapi saya pegang amanah rakyat, saya wajib menjaga warga saya,” tandasnya.
Selain membuka peluang kerja, Pemkot Serang juga menyiapkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama telah dilakukan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan. Hal ini juga ditujukan membantu warga yang putus sekolah agar tetap memiliki keahlian dan kesempatan berkarier.
“Ada kerja sama dengan BLK. Nanti kita berikan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan. Warga yang butuh peningkatan kemampuan kita kirim ke sana, baru ditempatkan. Warga yang putus sekolah juga kami perhatikan, mereka sama-sama warga yang butuh dukungan,” jelasnya.
Menyikapi minat pencari kerja dari luar daerah yang juga mengincar lowongan tersebut, Budi menilai hal itu adalah hak setiap warga negara. Namun sebagai kepala daerah, ia berhak dan berkewajiban memprioritaskan warganya sendiri.
“Orang luar juga berhak kerja, itu benar. Tapi sebagai kepala daerah, wajar saya menjaga dan memprioritaskan warga saya sendiri. Harapan saya, kesempatan emas ini bisa didapatkan sebanyak-banyaknya oleh warga Kota Serang,” pungkas Budi.***













