Rabu, 6 Mei 2026

Wajib Steril! DPR RI Ingatkan Pendidikan Jauh dari Kekerasan dan Ekstremisme

- Rabu, 6 Mei 2026

| 13:44 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Anggota DPR RI Komisi X, Adde Rosi Khairunnisa, menegaskan pentingnya sinergi antara tiga pilar utama, yakni kampus, pondok pesantren, dan masjid, untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam agenda peringatan Hari Pendidikan Nasional dan HUT FKIP Untirta yang berlangsung di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).

Menurut Adde Rosi, ketiga lembaga tersebut memiliki peran strategis masing-masing. Jika disinergikan dengan baik, hasilnya tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan dan ketakwaan.

“Kampus bisa memberikan ilmunya kepada pondok pesantren, dan pesantren pun bisa berkolaborasi dengan kampus untuk pemberdayaan masyarakat. Begitu pula masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pengembangan pendidikan,” ujar Adde Rosi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang pendidikan dari berbagai ancaman negatif. Lingkungan belajar harus benar-benar steril dan aman dari potensi kekerasan seksual, terorisme, serta paham ekstremisme yang dapat merusak mentalitas generasi muda.

“Kita harus pastikan ketiga elemen ini terbebas dari kasus-kasus negatif yang dapat mengganggu proses pendidikan dan pembinaan umat,” tegasnya.

Sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) penyusunan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Adde Rosi juga menyampaikan dukungannya terhadap pengoptimalan anggaran pendidikan 20 persen. Ia menegaskan agar manfaat anggaran tersebut dapat dirasakan oleh seluruh sektor, termasuk pendidikan keagamaan di pesantren dan masjid.

Terkait kondisi di lapangan, khususnya di Provinsi Banten yang masih memiliki keterbatasan fasilitas, Adde Rosi memastikan DPR RI terus mendorong perbaikan melalui program revitalisasi.

“Kami memiliki program revitalisasi satuan pendidikan mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Program ini difokuskan kepada sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan, seperti atap yang bocor atau bangunan yang rusak parah,” jelasnya.

“Ini komitmen kami untuk menghadirkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal,” tutupnya.***