SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kawasan Royal Baroe, yang baru saja diresmikan sebagai pusat ekonomi kreatif dan ikon baru Kota Serang, terendam banjir pada Senin (12/1) siang.
Kondisi ini terjadi setelah wilayah ibu kota Provinsi Banten tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut.
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air setinggi 20 hingga 40 sentimeter menutupi area pedestrian dan jalan di sepanjang kawasan yang baru ditata tersebut. Hal ini menghambat mobilitas warga yang hendak melintas maupun para pengunjung di sana.
Genangan air yang cukup tinggi di kawasan yang baru saja direvitalisasi ini memicu keluhan dari para pedagang dan pengguna jalan. Penataan Royal Baroe yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pelaku usaha justru terganggu oleh masalah klasik perkotaan, yakni sistem pembuangan air.
- Aktivitas Niaga Terhambat: Beberapa gerai di area terpaksa tutup
- Lalu Lintas Tersendat: Kendaraan yang melintas di persimpangan Royal harus memperlambat laju kendaraan, memicu kemacetan di ruas jalan sekitarnya.
Salah satu pengunjung, Ilham (25), menyayangkan kejadian ini. “Padahal tempatnya sudah bagus dan rapi setelah ditata menjadi Royal Baroe. Sayang sekali kalau setiap hujan deras langsung banjir seperti ini, mungkin saluran airnya perlu dicek lagi,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Serang melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di kawasan Royal Baroe agar investasi penataan kawasan ini tidak sia-sia dan tetap nyaman bagi masyarakat meski di musim penghujan.
Hingga sore hari, air mulai surut perlahan seiring dengan meredanya intensitas hujan, namun sisa lumpur dan sampah masih tampak di beberapa sudut pedestrian.***














