Sabtu, 23 Mei 2026

Tragis! Lansia di Kaligandu Tewas Tertimpa Rumah Roboh Saat Hendak Salat Magrib

- Senin, 2 Februari 2026

| 14:54 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Nasib malang menimpa Hamrah (80), warga RT 02 RW 19, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang. Lansia tersebut mengembuskan napas terakhir setelah tertimpa reruntuhan rumahnya yang tiba-tiba roboh pada Minggu (1/2/2026) petang.

Peristiwa memilukan itu terjadi tepat saat waktu salat Magrib. Camat Serang, Basuni, mengungkapkan bahwa saat kejadian, suami korban sedang berada di masjid untuk menunaikan salat berjemaah, sementara korban berada di rumah sendirian.

“Korban baru saja mengambil air wudu untuk melaksanakan salat Magrib. Tiba-tiba bangunan rumah roboh dan menimpanya,” ujar Basuni saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2026).

Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras langsung berhamburan keluar dan berupaya mengevakuasi korban dari balik puing-puing. Meski sempat ditemukan dalam kondisi bernyawa, nyawa Hamrah tidak tertolong saat dilarikan ke klinik terdekat.

Basuni menjelaskan, penyebab utama robohnya rumah tersebut adalah kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni. Rumah itu diketahui hanya dibangun menggunakan bata mentah tanpa plesteran semen yang permanen.

“Kondisi bangunan memang sudah rapuh, diperparah dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Serang dalam beberapa minggu terakhir,” tambahnya.

Fenomena rumah roboh di Kecamatan Serang ternyata bukan kali ini saja terjadi. Menurut data kecamatan, sepanjang musim penghujan tahun ini sudah tercatat hampir 10 rumah yang mengalami kerusakan serupa akibat cuaca ekstrem.

Pihak Kecamatan Serang telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan dan melaporkan kejadian ini ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta BPBD Kota Serang.

Sebagai langkah pencegahan, Basuni menginstruksikan jajaran lurah hingga pengurus RT/RW untuk menyisir rumah-rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni (RTLH).

“Kita minta RT dan RW segera melapor jika ada rumah warga yang kondisinya membahayakan. Jangan menunggu roboh baru didata, ini demi mengantisipasi adanya korban jiwa tambahan,” tegasnya.***

2