SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Rencana penataan Pasar Rau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendapat tanggapan dari pedagang. Para pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Rau (Himpas) menyetujui rencana Pemkot mengambil alih aset dan pengelolaan, namun mereka menolak opsi pembongkaran total bangunan pasar.
Wakil Ketua Himpunan Pedagang Pasar Rau (Himpas) Ferry Chaniago mengungkapkan keberatan pedagang terhadap pembongkaran. Menurutnya, hal itu akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar.
“Kesulitan, Pak, mencari nafkahnya saja kadang-kadang, sehari tidak ada penghasilan, dua hari tidak ada penghasilan, segala macam. Nah, itu dari sisi ekonomi,” kata Ferry, saat dialog publik, Selasa 7 Oktober 2025.
Dari sisi sosial, Ferry juga menyoroti nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari pasar. “Kalau pasar Rau dirobohkan, banyak orang mengalami penderitaan. Satu karyawan itu punya anak istri. Itu berapa kerugian yang mereka harus tanggung, Pak? Ini yang jadi masalah,” ujarnya.
Alih-alih dibongkar, Himpas meminta agar Pemkot Serang cukup melakukan penataan dan renovasi. “Kami minta pasar Rau itu ditata kelola saja, direnovasi supaya kelihatannya bagus, supaya indah,” tegas Ferry.
Ferry Chaniago menyatakan setuju penuh dengan rencana pengambilalihan aset pengelola dari pihak swasta. Ia menilai pengelola yang lama (PT Pesona) telah gagal dalam menjalankan tugasnya.
“Pengelolaan pasar ini banyak hal-hal yang tidak dipenuhi, Pak. Seperti pasar itu kotor, kumuh,” kritik Ferry.
Ia juga menyoroti kegagalan pengelola dalam meningkatkan daya saing pasar. “Yang bahaya lagi, dia tidak pernah meningkatkan daya saing bisnis di pasar. Apa market pasar-nya dia tidak perhatikan, sih? Dia masa bodoh, yang tahu dia ambil untung segala macam, harusnya dia perhatikan daya saing pasar. Ini enggak dia lakukan. Terus pasar kotor, kumuh, segala macam, dia tidak peduli, ini yang bahaya,” katanya.
Ferry berharap, di bawah kendali Pemkot, pasar dapat dikelola oleh tenaga profesional. “Kalau pengelolaan diambil sama Pemkot, saya setuju banget. Di-hire orang-orang memang profesional, punya back to basic untuk mengelola manajemen. Karena pasar ini kalau enggak ngerti manajemen sulit, Pak,” tutup Ferry.***













