Senin, 25 Mei 2026

Peduli Aceh, 30 Brand Lokal Banten Kirim 7 Ribu Pakaian Baru

- Minggu, 4 Januari 2026

| 18:51 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sebagai bentuk solidaritas antarwilayah, sebanyak 7.000 pakaian baru dari brand lokal yang tergabung dalam Banten Creative Festival (BCF) resmi diberangkatkan menuju Aceh, Minggu (4/1/2026). Bantuan ini menyasar warga Aceh yang tengah berupaya bangkit pascabencana.

Donasi ini merupakan hasil kolektif dari 30 jenama (brand) lokal Banten. Menariknya, seluruh bantuan dipastikan dalam kondisi baru, bukan pakaian layak pakai, yang mencakup kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa. Selain pakaian, bantuan juga menyertakan alas kaki berupa sandal dan sepatu.

Penggagas Banten Creative Festival (BCF), M. Irfan Koyong menjelaskan, aksi ini adalah kelanjutan dari semangat kebersamaan para pelaku ekonomi kreatif di Banten.

“Donasi ini kami niatkan sebagai langkah nyata gotong royong untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh. Kami fokus pada barang baru karena pakaian baru memberikan rasa layak dan semangat tersendiri bagi warga terdampak untuk bangkit,” ujar Irfan saat pelepasan bantuan di Sekretariat BCF, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Proses pengiriman ribuan logistik ini difasilitasi sepenuhnya oleh TIKI Serang secara gratis. Divisi Marketing TIKI Serang, Akbar, menyebutkan bahwa pihaknya mendukung penuh aksi kemanusiaan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan.

“Kolaborasi ini kami wujudkan dengan memberangkatkan seluruh donasi ke Sumatera secara cuma-cuma. TIKI Serang memang membuka program pengiriman bantuan gratis sejak bencana melanda Sumatera pada Desember 2025 lalu,” jelas Akbar.

Diketahui, TIKI Serang memfasilitasi 16 kategori kebutuhan penting dalam kondisi baru, mulai dari obat-obatan hingga perlengkapan tidur. Masyarakat umum juga dapat berpartisipasi mengirimkan bantuan maksimal 10 kilogram melalui program tersebut.

Aksi yang diinisiasi pelaku kreatif Banten ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan logistik semata, namun juga penguat ikatan persaudaraan antara Banten dan Aceh dalam menghadapi masa sulit.***

2