SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengantongi dividen dari Bank BJB sebesar Rp44,531 miliar pada tahun buku 2025. Nilai tersebut tercatat naik tipis dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Kenaikan dividen tersebut relatif terbatas, yakni sekitar Rp150 juta atau setara kurang lebih 0,34 persen dibandingkan tahun 2024.
Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Banten Budi Santoso membenarkan capaian tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
BACA JUGA: bank bjb Cetak Laba Rp738 Miliar
“Betul kurang lebih sebesar Rp44,531 miliar,” kata Budi.
Ia menyebutkan, jika dibandingkan tahun 2024, terdapat kenaikan meski tidak signifikan.
“Naik sekitar Rp150 jutaan dibanding 2024,” ujarnya.
Budi menjelaskan, dividen tersebut merupakan bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, termasuk Pemprov Banten. Seluruhnya akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dividen itu adalah bagian yang dibagi ke pemegang saham, jadi semua masuk PAD,” jelasnya.
Menurutnya, capaian dividen tersebut masih tergolong memadai di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Dengan kondisi ekonomi saat ini kenaikan deviden yang didapat cukup memadai,” ucapnya.
Ke depan, Pemprov Banten berharap kinerja manajemen baru Bank BJB dapat lebih ditingkatkan agar memberikan kontribusi yang lebih besar.
“Kedepan Pemprov Banten sebagai salah satu pemegang saham berharap jajaran direksi dan komisaris BJB yang baru dapat meningkatkan kinerjanya sehingga bisa meraih laba bersih yang lebih besar lagi,” tutupnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Bank BJB menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau Rp85,54 per saham.
Keputusan ini diambil dalam rapat yang digelar secara hybrid dari Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).***













