CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Insiden ledakan keras disertai kepulan asap putih pekat dari area PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) pada Senin (25/5/2026) siang, memicu kepanikan luar biasa bagi warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Dentuman yang diduga berasal dari overpressure pada pipa atau tabung plan produksi tersebut terdengar sangat keras hingga radius 5 kilometer. Akibat kejadian ini, belasan warga bertumbangan karena mengalami sesak napas, pusing, dan mual akibat menghirup bau menyengat dari arah pabrik.
Bahkan, seorang mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) bernama Nurginah Sriwulan, warga Lingkungan Dermaga Malang, Kelurahan Gerem, dilaporkan pingsan di kamarnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RS KS).
Ayah korban, Nurin, menceritakan bahwa putrinya mendadak tumbang sesaat setelah bau menyengat masuk ke dalam rumah mereka yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kawasan industri PT MCCI.
“Baunya menyengat banget. Begitu nyium bau itu dia sempat tanya ke ibunya, ‘Bau apa ini?’. Habis itu langsung puyeng, mual, terus pingsan,” ungkap Nurin saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Nurginah sempat mendapatkan penanganan awal di puskesmas setempat sebelum dirujuk ke RSUD Kota Cilegon. Namun, karena kondisinya terus memburuk dengan keluhan sesak napas akut dan nyeri perut, pihak keluarga akhirnya melarikannya ke RS KS.
“Sekarang masih di RS KS, masih dibantu selang oksigen karena masih sesak,” tambah Nurin sembari mengeluhkan kekhawatirannya terkait biaya pengobatan jalur umum karena kendala administrasi BPJS Kesehatan miliknya.
Dampak dari bau menyengat menyerupai karet terbakar ini ternyata meluas. Nurin membeberkan, berdasarkan informasi dari petugas medis, stok tabung oksigen di puskesmas setempat sempat habis total akibat membludaknya warga yang datang dengan keluhan pernapasan yang sama.
Hal senada dituturkan oleh Sadeli, warga Sumur Wuluh. Menurutnya, asap putih pekat yang terbawa angin kencang langsung bergerak cepat menutupi pandangan bak kabut tebal di wilayah pegunungan.
“Baunya kaya ban dibakar, bikin mata perih, pusing, dan mual. Meledaknya satu kali tapi keras sekali pas siang bolong,” kata Sadeli.
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Gerem, Anton, membenarkan adanya laporan massal gangguan kesehatan yang dialami warganya, terutama yang bermukim di wilayah dataran tinggi.
“Laporan yang masuk banyak warga mengeluh pusing dan mual, terutama di wilayah Pasir Salam, Dermaga Malang, dan Kagungan karena arah angin membawa asap ke wilayah pegunungan,” jelas Anton. Ia mencatat sedikitnya ada dua warga lain yang juga sempat dilarikan ke RSUD Kota Cilegon.
Di sisi lain, manajemen PT MCCI dalam keterangan resminya berdalih bahwa dentuman keras pada pukul 12.30 WIB tersebut dipicu oleh tekanan berlebih (overpressure) pada salah satu instrumen produksi. Pihak perusahaan mengklaim kepulan putih yang membumbung tinggi tersebut murni uap air dari sistem pendingin otomatis (safety release) dan bukan kebocoran gas beracun.
Untuk diketahui, PT MCCI merupakan salah satu produsen raksasa industri kimia di Cilegon yang memproduksi Purified Terephthalic Acid (PTA) serta resin PET untuk bahan baku plastik kemasan dan tekstil.***












