SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mendesak pemerintah daerah segera menyediakan fasilitas layanan kesehatan darurat. Hingga saat ini, kompleks rusunawa tersebut belum memiliki armada ambulans sendiri, sehingga warga terpaksa bergantung pada puskesmas terdekat yang jaraknya cukup menyita waktu.
Salah seorang penghuni Rusunawa Margaluyu, Mpap mengungkapkan, minimnya kendaraan darurat di lingkungan rusun menjadi kendala utama ketika ada warga yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
“Kalau ada warga sakit, biasanya kami harus menghubungi puskesmas dulu. Prosesnya memakan waktu. Kalau di sini disediakan ambulans stand-by, tentu akan sangat membantu,” ujar Mpap kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Menurut Mpap, ketergantungan pada puskesmas luar sangat berisiko bagi pasien kritis, terlebih saat terjadi keadaan darurat di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Kondisi ini kian meresahkan lantaran banyak penghuni yang memiliki anak kecil dan lanjut usia (lansia).
Selain fasilitas kesehatan, pria yang sudah menetap di Rusunawa Margaluyu sejak tahun 2022 ini menambahkan bahwa warga juga mendambakan kehadiran musala permanen dan ruang bermain anak.
Selama ini, aktivitas ibadah salat berjamaah terpaksa menggunakan aula bersama yang fungsinya kerap berbagi dengan kegiatan rusun lainnya. Begitu juga dengan fasilitas ramah anak yang dinilai masih sangat minim.
“Untuk sementara kami masih menggunakan aula untuk salat. Kalau ada musala sendiri tentu akan lebih nyaman dan khusyuk,” cetusnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Kota Serang, Erwan Alif, tidak menampik hal tersebut. Ia membenarkan bahwa pengadaan ambulans, tempat ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya sudah lama menjadi aspirasi utama para penghuni.
“Sejak awal dihuninya rusunawa ini, aspirasi terkait ambulans, musala, dan fasilitas umum lainnya memang terus masuk dari warga,” kata Erwan saat dikonfirmasi.
Meski demikian, Erwan menjelaskan bahwa pihak pengelola tidak bisa langsung merealisasikan seluruh tuntutan tersebut karena keterbatasan anggaran daerah. Upaya pemenuhan fasilitas akan dilakukan secara bertahap.
Sebagai langkah alternatif pemenuhan kebutuhan ekonomi warga, saat ini pengelola telah rutin menggelar program pasar murah berkolaborasi dengan dinas terkait guna menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Untuk diketahui, Rusunawa Margaluyu saat ini telah menampung lebih dari 120 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua gedung (twin block). Mayoritas penghuni merupakan warga terdampak relokasi dari kawasan Sukadana, Padek, serta bantaran Sungai Cibanten, yang saat ini masih menikmati program pembebasan biaya sewa selama dua tahun dari Pemkot Serang.
Seiring terus bertambahnya jumlah penghuni, penyediaan fasilitas dasar di rusunawa ini dinilai kian mendesak demi menjamin kenyamanan dan keselamatan warga sehari-hari.***















