SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Seorang dosen Universitas Bina Bangsa (Uniba) berinisial JU dilaporkan atas dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi saat bimbingan skripsi. Pihak kampus telah menonaktifkan dosen tersebut selama proses investigasi berlangsung.
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKPT) Uniba, Asep Rahmatullah, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tersebut.
“Pihak Satgas sudah menerima laporan dan sedang dilakukan proses investigasi oleh tim Satgas PPKPT,” kata Asep saat dikonfirmasi BantenPro.co.id, Selasa (1/9/2026).
Asep mengatakan, dosen yang menjadi terlapor telah dinonaktifkan selama proses investigasi dilakukan oleh tim Satgas.
“Terlapor sudah dinonaktifkan selama proses investigasi dilakukan oleh tim Satgas,” ujarnya.
Dugaan pelecehan tersebut disebut terjadi pada Jumat (31/7/2026). Saat itu, mahasiswi berinisial PT tengah menjalani bimbingan skripsi dengan JU yang disebut sebagai dosen pembimbingnya.
Informasi mengenai dugaan tersebut diperoleh BantenPro.co.id dari sumber di lingkungan Uniba yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
“Informasinya seperti itu (dugaan pelecehan), iya benar (dosen JU yang diduga melakukan pelecehan),” ujar sumber tersebut.
Menurut sumber tersebut, dugaan tindakan tidak pantas itu terjadi ketika mahasiswi sedang menjalani proses bimbingan skripsi.
“Kalau kejadiannya sudah beberapa waktu yang lalu, korban ini merupakan mahasiswi JU yang sedang melakukan bimbingan untuk skripsi,” katanya.
Sumber tersebut menilai lingkungan kampus semestinya menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa, khususnya mahasiswi, dalam menjalani aktivitas akademik.
“Harusnya memang lingkungan kampus menjadi tempat yang aman bagi mahasiswi untuk belajar,” ujarnya.
Asep menegaskan Uniba berkomitmen memberikan perlindungan serta memastikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.
“Kampus berkomitmen memberikan perlindungan, rasa aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika,” katanya.***













