Sabtu, 24 Oktober 2026

Imigrasi Banten Gandeng BPBD Latih Pegawai Hadapi Ancaman Gempa dan Erupsi Gunung Api

- Sabtu, 24 Oktober 2026

| 10:39 WIB

Imigrasi Banten

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi potensi gempa bumi akibat ancaman megathrust dan erupsi gunung api.

Pelatihan mitigasi dan penanggulangan bencana tersebut digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Banten, termasuk pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, serta Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Banten Barron Ichsan mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai mengenai langkah mitigasi dan tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Menurutnya, kondisi geografis Banten membuat wilayah tersebut memiliki sejumlah potensi kerawanan bencana, mulai dari aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga gempa bumi akibat aktivitas patahan dan ancaman megathrust.

“Ini bukan hal yang main-main karena menyangkut nyawa manusia. Ke depan, kita harus mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. Syukur-syukur, kita juga bisa membantu proses penanggulangan dan menyelamatkan orang lain,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam situasi darurat.

Barron menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya penting untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi bekal untuk membantu orang lain ketika bencana terjadi.

Ia juga mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Banten dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, pemahaman mengenai mitigasi bencana perlu dimiliki setiap pegawai agar mereka dapat mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi keadaan darurat.

“Mudah-mudahan bencananya tidak terjadi, tetapi kita tetap harus memiliki ilmunya. Dengan begitu, ketika menghadapi keadaan darurat, kita mengetahui tindakan yang harus dilakukan. Siapa berbuat apa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi Banten Hery Yulianto menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menilai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia mengatakan, penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada penyelamatan korban dan penyaluran bantuan, tetapi juga harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, bantuan bagi penyintas perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tetap memperhatikan martabat penerimanya.

Ia mencontohkan penyaluran bantuan pakaian bekas yang terkadang menumpuk karena tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Yang kami tekankan sekarang adalah bagaimana memanusiakan penyintas. Kami ingin menularkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebencanaan agar bantuan yang diberikan benar-benar memperhatikan kebutuhan serta martabat mereka,” ungkap Hery.

Ia menambahkan, pengalaman penanganan bencana, termasuk penyaluran bantuan ke Aceh melalui dukungan dana maupun program, menjadi pembelajaran mengenai pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.

Hery berharap, pelatihan tersebut ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lingkungan kerja masing-masing. Salah satunya melalui pembentukan satuan tugas atau unit penanganan keadaan darurat di setiap kantor imigrasi.

Keberadaan unit tersebut diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab pegawai ketika terjadi bencana, seperti gempa bumi dan banjir.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Minimal, di setiap kantor imigrasi terdapat satuan tugas atau unit yang menangani keadaan darurat sehingga jelas siapa melakukan apa ketika terjadi bencana,” kata Hery.

Melalui pelatihan ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Banten berharap kesiapsiagaan bencana semakin tertanam di lingkungan kerja keimigrasian.

Selain mampu melindungi diri sendiri, pegawai diharapkan dapat berperan membantu masyarakat terdampak melalui tindakan yang tepat dan koordinasi yang baik saat keadaan darurat.***

2