Kamis, 8 Oktober 2026

Latihan Dalmas Polres Cilegon Bikin 19 Siswa Terpapar Gas Air Mata

- Kamis, 8 Oktober 2026

| 20:41 WIB

Siswa SMK Madinatul Hadid Cilegon terpapar gas air mata saat latihan dalmas Polres Cilegon

Latihan pengendalian massa Polres Cilegon berdampak ke lingkungan SMK Madinatul Hadid, Kamis (8/10/2026). Sebanyak 19 siswa terpapar gas air mata dan menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan. (Foto: Tangkapan layar video warga)

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Latihan pengendalian massa (dalmas) Polres Cilegon berdampak ke siswa SMK Madinatul Hadid. Gas air mata yang digunakan dalam simulasi di halaman Polres terbawa angin hingga masuk ke lingkungan sekolah, Kamis (8/10/2026).

Sebanyak 19 siswa mengalami dampak paparan dan harus menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan. Keluhan yang dirasakan antara lain mata perih, pusing hingga sesak napas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Madinatul Hadid, Farid Jami’in, mengatakan pihak sekolah awalnya tidak mengetahui asap yang masuk ke lingkungan sekolah berasal dari gas air mata.

“Kira-kira jam sepuluhan atau setengah sebelas, ada asap kebawa angin dari kantor kepolisian, tidak tahu asap apa, bikin pusing,” kata Farid kepada wartawan.

Farid menyebut 18 siswa di antaranya dibawa ke RS Hermina dan RSKM untuk mendapatkan pemeriksaan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Imam Maryono membenarkan penggunaan gas air mata dalam simulasi penanganan aksi demonstrasi tersebut. Menurutnya, gas terbawa arah angin hingga berdampak kepada siswa.

“Gas air mata tersebut kita tidak tahu, dalam pelaksanaan itu kebetulan adanya angin, terbawa arah angin. Siswa yang mungkin lagi nongkrong atau lihat, kena dampak dari perih terhadap mata,” ujar Imam.

Polres Cilegon kemudian membawa 19 siswa untuk diperiksa di RSKM, RS Kurnia, RS Hermina, puskesmas, Eka Hospital, dan Dokkes Polres Cilegon.

Polisi menyatakan biaya pemeriksaan dan pengobatan siswa ditanggung kepolisian. Polres Cilegon juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang terdampak.

“Begitu kami bersama Polres menyampaikan permohonan maaf kepada yang terdampak. Selanjutnya upaya kita sudah membawa semua ke rumah sakit untuk antar jemput karena pengaruhnya pedas ke mata,” katanya.

Imam memastikan seluruh siswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.

“Total siswa ada 19 anak yang terkena. Mereka sudah pulang semua. Begitu cek ke rumah sakit langsung dibawa pulang,” pungkasnya.

2