SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Senin (1/9/2025).
Aksi ini dilakukan untuk mengecam kebijakan DPR RI terkait kenaikan tunjangan gaji dan tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Banten, Muhammad Qolby Yusuf, mengatakan bahwa kebijakan DPR RI saat ini sangat buruk. Salah satu tuntutan utama mereka adalah agar gaji anggota DPR yang disebutnya mencapai Rp 100 juta per bulan segera diturunkan.
“Aksi kami di sini untuk menuntut DPR agar segera turunkan gaji sebesar Rp 100 juta per bulan,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan bahwa gaji yang tinggi tersebut tidak sesuai dengan kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan. “Warga banyak yang tertindas, masa para pejabat joget-joget di gedung DPR RI,” tegasnya.
Selain isu nasional, BEM Nusantara Banten juga menyoroti masalah di tingkat provinsi, termasuk tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Banten.
“Kami mengutuk keras DPRD dan Pemprov Banten agar segera menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya. Yusuf juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Banten.
“Isu turunnya pendidikan di Banten itu harus segera ditingkatkan karena dengan adanya pendidikan Banten akan lebih maju lagi,” tambahnya.
Tuntutan Penegakan Hukum
Dalam aksinya, BEM Nusantara Banten juga mengangkat isu nasional mengenai runtuhnya demokrasi dan represivitas aparat. Yusuf mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan represif aparat penegak hukum yang terjadi di Banten.
“Aksi ini juga kita membawa isu nasional dan itu terjadi di Provinsi Banten, di mana penegak hukum aparat melakukan tindakan represif terhadap massa aksi yang menyuarakan aspirasinya,” kata ungkapnya.
Oleh karena itu, BEM Nusantara Banten mendesak Kapolda Banten dan DPRD Provinsi Banten untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, menyatakan akan menindaklanjuti semua aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. “Kami akan menindaklanjuti isu-isu baik di daerah dan nasional, karena kami ingin Banten lebih maju lagi,” kata Fahmi.
Senada dengan Fahmi, Kapolda Banten Hengki berjanji akan memproses oknum-oknum aparat yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap jurnalis dan massa aksi. “Saya akan terus proses aparat yang terlibat pengeroyokan,” tegasnya.***














