Rabu, 22 April 2026

BNNP Banten Musnahkan 1,9 Kilogram Sabu Jaringan Medan-Kendari

- Rabu, 22 April 2026

| 13:05 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,9 kilogram di halaman kantor BNNP Banten, Rabu (22/4/2026).

Kristal haram tersebut merupakan hasil sitaan dari seorang kurir berinisial MZ yang ditangkap dalam sebuah operasi penyergapan.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan mesin blender yang dicampur dengan cairan pembersih lantai guna memastikan zat narkotika tersebut tidak dapat disalahgunakan kembali.

Plt Kepala BNNP Banten, Kombes Pol Dinnar, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam. Petugas berhasil mengidentifikasi adanya pergerakan kurir narkotika jaringan asal Medan, Sumatera Utara.

“Tersangka MZ diketahui terbang dari Medan menuju Jakarta untuk transit. Rencananya, barang haram tersebut akan dibawa menuju Kendari, Sulawesi Tenggara,” ujar Kombes Pol Dinnar kepada awak media.

Langkah MZ terhenti setelah petugas BNNP Banten melakukan pengadangan di tengah perjalanan. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan paket sabu dengan berat total mendekati dua kilogram.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MZ mengaku hanya berperan sebagai kurir yang dikendalikan oleh sindikat narkotika lintas provinsi. BNNP Banten saat ini masih memburu pemilik utama barang serta memetakan jaringan besar yang mengendalikan penyelundupan tersebut.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan adalah seberat 1,9 kilogram. Sementara sisanya disisihkan sebagai sampel untuk keperluan uji laboratorium di persidangan nanti.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BNNP Banten berkomitmen untuk memperketat pengawasan di area bandara dan pelabuhan. Koordinasi dengan pihak Bea Cukai, Avsec, serta instansi terkait lainnya akan semakin ditingkatkan.

Selain itu, BNNP Banten berencana menempatkan pos-pos interdikasi di sejumlah titik rawan guna memutus rantai peredaran narkotika yang menggunakan jalur udara.

“Kami akan perkuat sinergi dengan seluruh stakeholder di bandara guna memastikan tidak ada lagi celah bagi jaringan narkotika untuk masuk atau melintasi wilayah Banten,” tegas Dinnar.***