Jumat, 2 Oktober 2026

HUT RI ke-81 Membara! Atraksi Paralayang Guncang Langit Serang, Wali Kota Bongkar Tantangan Terberat di Depan Mata!

- Senin, 17 Agustus 2026

| 10:04 WIB

Walikota Serang Budi Rustandi usai melaksanakan upacara HUT RI ke 81 di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Senin (17/8/2026)

​SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Langit Kota Serang mendadak bergemuruh dan menjadi pusat perhatian ribuan warga. Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, atraksi paralayang yang spektakuler sukses memukau publik yang memadati lokasi upacara.

Kemeriahan pesta rakyat tahun ini kian terasa hidup berkat sinergi masif antara pemerintah, dukungan anggaran APBD, gelontoran partisipasi pihak swasta, hingga kobaran semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

​Ajang peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Di balik gegap gempita perayaan, Wali Kota Serang secara tegas meniupkan alarm pentingnya menjaga persatuan dan kondisivitas wilayah sebagai harga mati demi mendobrak kemajuan daerah.

​Usai memimpin jalannya upacara, Wali Kota melontarkan pernyataan keras nan lugas. Ia mengingatkan bahwa mimpi besar untuk membawa Kota Serang terbang tinggi mustahil terwujud di atas fondasi yang terpecah belah.

​”Tidak ada negara yang maju, tidak ada kota yang maju, tanpa ada persatuan dan kesatuan. Tidak ada negara yang damai dan maju kalau tidak ada perdamaian dan kondisivitas. Intinya adalah Bhinneka Tunggal Ika; kita harus bersatu padu dan kompak agar bisa memajukan kota dan negara kita!,” tegasnya di hadapan awak media, Senin (17/8/2026).

​Pesan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang mencoba merusak stabilitas daerah demi kepentingan sesaat. Tanpa kedamaian, pembangunan dipastikan jalan di tempat.

​Di balik kemeriahan yang tersaji, Wali Kota tak menutup mata terhadap realitas pahit di lapangan. Menginjak masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Nur Agis selama kurang lebih satu tahun delapan bulan, berbagai ujian berat telah menghantam roda pemerintahan.

​Menghadapi berbagai hambatan tersebut, Wali Kota melayangkan seruan terbuka sekaligus menitipkan pesan mendesak kepada warga dan rekan-rekan media. Ia blak-blakan menyebut bahwa tugas paling krusial saat ini adalah bagaimana mengubah pola pikir dan merangkul masyarakat secara masif.

​”Tantangan terberat saya dan Pak Agis adalah mengedukasi seluruh masyarakat dan mengajak untuk bahu-membahu,” ungkapnya dengan nada penuh penekanan.

​Ia mendesak agar seluruh warga Kota Serang tidak tinggal diam dan segera mengambil peran aktif. Dukungan nyata dari masyarakat dianggap sebagai kunci penentu agar setiap program strategis pemerintah tidak jalan di tempat, melainkan benar-benar menetas dan dinikmati oleh rakyat secara luas demi mendongkrak kejayaan Kota Serang.***
​

2