Minggu, 19 April 2026

Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 2025 M/ 1446 H Digelar? Begini Penjelasan Kemenag

- Rabu, 19 Maret 2025

| 08:46 WIB

Foto Ilustrasi. (Pixabay/ Engin_akyurt)

BANTENPRO.CO.ID – Memasuki hari ke-19 puasa Ramadhan 1446 H, pertanyaan mengenai kapan sidang Isbat 1 Syawal 2025 mulai bermunculan.

Dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 2025 M/ 1446 H pada 29 Ramadan yang bertepatan 29 Maret 2025.

Demikian hal tersebut ditegaskan oleh Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad saat memimpin Rapat Persiapan Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H di kantor pusat Kemanag, Jl MH Thamrin, Jakarta.

Sebagaimana biasanya, Kemenag selalu melaksanakan sidang isbat pada tanggal, seperti tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadan, 29 Ramadan untuk menetapkan awal Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah.

“Kami akan menggelar sidang isbat awal Syawal pada 29 Maret 2025,” kata Abu Rokhmad di Jakarta.

Kemenag mengungkapkan bahwa penggunaan metode hisab dan rukyat hilal dalam penentuan 1 Syawal 2025 merupakan pelaksanaan dari ajaran Islam.

Menurut Abu Rokhmad, hal ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Dalam fatwa itu disebutkan, penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyah oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

Secara hisab atau perhitungan astronomi, lanjut Abu Rokhmad, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025 jam 17.57.58 WIB.

Karenanya, berdasarkan data astronomi, saat terbenam matahari, posisi hilal berkisar antara minus tiga di Papua dan minus satu di Aceh.

“Data-data astronomi ini kemudian kita verifikasi melalui mekanisme rukyat,” tegas Abu Rokhmad.

Proses Rukyatul Hilal rencana akan dilalukan di 33 titik. Menurut Abu Rokhmad, ada satu titik rukyatul hilal di setiap provinsi, kecuali Bali.

“Di provinsi Bali dalam suasana Nyepi. Sehingga rukyatul hilal tidak kita gelar di sana. Kita saling menghormati,” tandasnya.

Abu Rokhmad menambahkan, proses sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H pada pukul 16.30 WIB sampai menjelang magrib. Kemenag mengundang perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, dan perwakilan Ormas Islam. Diundang juga perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan instansi terkait lainnya.

Sidang isbat akan digelar sekitar pukul 18.45 WIB yang berlangsung secara tertutup. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.*