SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memimpin langsung prosesi pelantikan 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 6 Jabatan Administrator di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Uniknya, prosesi pelantikan ini digelar di ruang terbuka di bawah guyuran gerimis hujan, sebagai simbol instruksi agar para pejabat peka terhadap kondisi lapangan.
Dalam sambutannya, Budi Rustandi menegaskan bahwa pemilihan pejabat kali ini menggunakan sistem Manajemen Talenta. Artinya, posisi yang diisi bukan berdasarkan formalitas, melainkan hasil penilaian ketat terhadap kompetensi, kinerja, dan integritas para ASN.
“Jabatan yang diemban Bapak dan Ibu bukanlah hasil proses biasa. Ini adalah wujud komitmen membangun birokrasi profesional yang berorientasi hasil demi menyukseskan program Budi-Agis,” tegas Budi di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Senin (12/01/2026).
Budi memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang sudah menjabat, untuk tidak bersikap jemawa. Ia menekankan bahwa jabatan adalah alat untuk melayani publik, bukan sekadar seremonial.
“Hari ini kita hujan-hujanan agar kalian merasakan apa yang saya rasakan saat turun ke bawah ketika banjir. Jangan merasa terlalu hebat. Ingat, evaluasi dilakukan setiap 3 hingga 6 bulan. Kalau kerja tidak baik, saya pastikan akan saya ganti,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia terbatas selama 5 tahun. Oleh karena itu, ia meminta ASN menanamkan niat tulus membangun Kota Serang tanpa harus bergantung pada siapa pemimpinnya di masa depan.
Wali Kota juga memberikan arahan spesifik kepada beberapa pejabat yang baru didefinitifkan:
- BKPSDM: Diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh kelurahan, kecamatan, hingga OPD untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal.
- Staf Ahli: Diharapkan menjadi motor penggerak dan pendamping strategis dalam menyukseskan program unggulan.
- Sekwan (Sekretaris DPRD): Diminta menjadi jembatan komunikasi yang solid antara eksekutif dan legislatif guna menyelaraskan pembangunan.
- Disparpora & Disperindagkop: Diinstruksikan untuk menghidupkan kembali ikon ekonomi kota seperti kawasan Royal dan Pasar Lama. Budi memaparkan rencana besar transformasi Pasar Lama menjadi Old Town dan Chinatown dengan penataan kabel bawah tanah serta pencahayaan (lighting) yang menarik untuk menggaet wisatawan.
- BPBD: Diminta lebih responsif dan melakukan introspeksi dalam menangani bencana, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi.
“Kita harus kompak, saling bahu-membahu menjadikan Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi yang sesungguhnya. Saya ingin pertumbuhan ekonomi hidup dan pelayanan publik tidak ada lagi yang malas-malasan,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Ketua DPRD Kota Serang, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.***














