Selasa, 19 Mei 2026

Perketat Standar Dapur Sentra Pangan Polri Gratis, Polres Bandara Soetta Libatkan Ahli Gizi dan Uji Lab Air

- Kamis, 16 Oktober 2025

| 13:48 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dalam upaya menjamin mutu dan keamanan pangan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa penerima manfaat, Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di dapur Sentra Pangan Polri Gratis (SPPG) Rawa Burung I.

Dapur SPPG tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Jumat, 17 Oktober 2025, untuk melayani 3.942 siswa di sembilan sekolah yang berlokasi di wilayah Desa Rawa Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald Sipayung, menyatakan bahwa pengetatan SOP ini bertujuan untuk meminimalkan risiko keracunan makanan dan memastikan setiap hidangan yang diolah memenuhi kriteria aman, sehat, dan bergizi.

“Proses pengolahan makanan dari awal hingga distribusi akan diawasi secara ketat dan sesuai dengan SOP yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Ronald pada Kamis (15/10/2025).

Ia menambahkan, pelaksanaan operasional dapur SPPG turut melibatkan ahli gizi dari BGN. Keterlibatan ini krusial untuk memastikan setiap menu yang disajikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan nasional. Bahkan, sebelum didistribusikan, seluruh makanan akan melalui uji kelayakan konsumsi menggunakan alat security food.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Klinik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Dedy Kurniawan, menjelaskan langkah-langkah komprehensif yang telah dilakukan terhadap petugas dapur.

“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 48 petugas dapur SPPG. Pemeriksaan mencakup tekanan darah, buta warna, deteksi penyakit tertentu, pemeriksaan darah, hingga tes urine narkoba. Semua rangkaian telah dilakukan,” ujar Dedy.

Selain pemeriksaan fisik dan tes kesehatan, para petugas dapur juga mendapatkan penyuluhan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pada Selasa (14/10/2025) di Aula Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Materi penyuluhan meliputi tata cara penanganan makanan, teknik mencuci wadah atau ompreng, metode memasak sehat dan higienis, serta pengemasan makanan yang aman.

“Selain itu, dilakukan pula pra-test tentang kesehatan makanan untuk memastikan seluruh petugas memahami prosedur yang benar,” tambah Dedy.

Lebih lanjut, untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan, Polres Bandara Soetta bekerja sama dengan Labkesda melakukan uji laboratorium terhadap air tanah yang digunakan untuk memasak dan membersihkan peralatan. Uji tersebut meliputi parameter kekerasan air dan mikrobiologi.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah meninjau langsung kondisi dapur, termasuk sistem pembuangan limbah cair dan padat, guna memastikan kebersihan lingkungan pengolahan makanan.

“Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan gratis, tetapi memastikan setiap makanan yang diterima anak-anak benar-benar bergizi, aman, dan sehat,” tutup Dedy.***