SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Harapan ribuan nelayan di wilayah Karangantu, Kota Serang, akhirnya terjawab. Proyek normalisasi sungai yang telah dinanti selama kurang lebih 30 tahun resmi dimulai pada Rabu (24/6/2026).
Pengerjaan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Pemerintah Provinsi Banten, yang kemudian didorong ke pemerintah pusat melalui perjuangan Gubernur Banten, Andrasoni.
Walikota Serang, Budi Rustandi, yang mendampingi Gubernur Banten dalam peninjauan lokasi, mengungkapkan bahwa selama ini upaya yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan rutin. Namun, melalui pertemuan intensif pada akhir 2025 lalu, proyek normalisasi skala besar akhirnya terealisasi di tahun 2026.
“Ini permasalahan puluhan tahun. Alhamdulillah, berkat perjuangan Pak Gubernur Andrasoni, pusat memberikan respons positif. Hari ini sudah mulai ekskavasi. Masyarakat dan nelayan di sini sangat antusias,” ujar Budi di lokasi proyek.
Budi menegaskan bahwa Pemkot Serang tidak pernah diam dalam menghadapi masalah ini. Menurutnya, koordinasi aktif ke pemerintah pusat adalah kunci agar persoalan di daerah mendapat atensi.
“Tugas kami sebagai kepala daerah adalah mengekspos permasalahan ke pusat. Tanpa koordinasi, pusat tidak akan tahu kondisi riil di lapangan. Ini bukti bahwa kami bekerja bersinergi,” tegasnya.
Selain pengerukan lumpur yang sudah mendangkal, Pemkot Serang dan Pemprov Banten telah merancang rencana lanjutan untuk tahun 2027. Bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian, kawasan muara Karangantu nantinya akan ditata agar lebih rapi dan estetis.
“Kami akan melakukan penataan, rencananya akan dibuat taman di pinggiran sungai seperti kawasan Suwadana. Ini bagian dari komitmen kami untuk membuat kawasan ini indah dan fungsional bagi nelayan,” tutup Budi.***














