SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Presiden Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Mohd. Syahid, memaparkan lima tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar di Jalan Jenderal Soedirman, Rabu (17/6/2026). Massa aksi menegaskan akan terus melakukan perlawanan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Dalam keterangannya, Syahid Presma UIN SMH Banten menyebut kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi pemicu utama aksi karena dinilai akan menimbulkan efek domino terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok. Selain itu, mahasiswa menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS.
Berikut adalah deretan tuntutan yang disuarakan oleh massa aksi:
- Turunkan Harga BBM: Mendesak pencabutan kebijakan kenaikan harga BBM.
- Stabilisasi Rupiah: Menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai tukar mata uang rupiah.
- Evaluasi Anggaran: Mendesak alokasi anggaran yang sesuai konstitusi serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) karena dinilai menyedot porsi anggaran pendidikan.
- Cabut UU TNI-Polri: Menolak aturan yang menempatkan anggota TNI dan Polri dalam jabatan sipil karena dianggap merusak tatanan masyarakat sipil.
- Stop Kriminalisasi: Mendesak pembebasan seluruh tahanan politik serta menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat.
Syahid menegaskan bahwa aksi massa ini tidak akan berhenti sebelum pemerintah memberikan respons nyata terhadap aspirasi mereka.
“Aksi kami akan terus berlanjut hingga tuntas,” tegasnya.***














