SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mendapat sorotan tajam usai menetapkan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Kompetisi QRIS Jelajah Budaya Indonesia.
Kritik keras dilontarkan Ketua DPW Syarikat Islam Banten, KH Hafidin, yang menilai keputusan tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap kekuatan modal besar dan asing yang selama ini mendominasi sektor properti nasional.
“PIK 2 sangat memahami kekuatan simbolik BI dan memanfaatkannya untuk propaganda. Ini adalah bentuk penetrasi kekuasaan modal. BI Banten, secara tidak langsung, telah menjadi bagian dari strategi promosi oligarki,” ujar KH Hafidin, Kamis (24/7/2025).
BACA JUGA: BI Banten Tuai Sorotan Gegara Pilih PIK 2 Sebagai Lokasi Kompetisi QRIS Jelajah Budaya
Ia juga menyesalkan lemahnya sikap pemerintah dalam menghadapi dominasi korporasi besar, terutama yang disebutnya memiliki afiliasi dengan kepentingan asing.
“Mereka seenaknya menggunakan nama BUMN untuk melegitimasi proyek mereka. Tapi rakyat tidak akan diam selamanya. Akan datang gelombang perlawanan terhadap invasi gaya baru dari oligarki penjajah Cina di negeri ini,” tambahnya.
KH Hafidin menegaskan bahwa pemilihan PIK 2 oleh BI mencederai semangat kedaulatan ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kebangkitan patriotisme ekonomi yang lebih kuat dan berpihak pada rakyat.
BACA INI: Puluhan Ulama Banten Kumpul Tolak PIK 2 Investasi di Kota Serang
“Kita butuh pejuang ekonomi yang berani merebut kembali kedaulatan bangsa, bukan justru mempromosikan proyek-proyek elite yang jauh dari kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai informasi, selain PIK 2, lokasi lain dalam program QRIS Jelajah Budaya Indonesia antara lain kawasan Adat Baduy di Kabupaten Lebak, Halte Bis Tayo di Kota Tangerang, dan Bintaro Xchange Mall di Tangerang Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BI terkait alasan pemilihan lokasi tersebut.***














