Senin, 6 Juli 2026

Pilu, Nenek Rumi Rawat Dua Anak Sakit di Rumah Reyot Lebak

- Jumat, 5 September 2025

| 13:56 WIB

LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Nenek Rumi (70) seharusnya menikmati masa senja dengan tenang. Namun, ia harus berjuang seorang diri merawat dua anaknya yang sakit di sebuah rumah yang sangat tidak layak huni di Kampung Margamulya, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Sejak suaminya meninggal tiga tahun lalu, Nenek Rumi hidup bersama kedua anaknya, Anas (30) yang menderita lumpuh dan Madhafi (22) yang mengalami gangguan jiwa. Kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, dengan atap yang bocor dan dinding yang sudah lapuk.

“Suka sedih lihatnya, apalagi dengan kondisi anaknya yang sakit. Sementara rumah kalau hujan suka bocor,” kata Khadijah (57), adik Nenek Rumi, Jumat, 5 September 2025.

Menurut Khadijah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nenek Rumi hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dan belas kasihan dari tetangga. “Pokoknya kesusahan, paling kadang suka ada yang kasih makan, suka ada yang kasih kerjaan paling ke sawah,” ujarnya.

Selama ini, bantuan dari pemerintah desa yang pernah diterima Nenek Rumi hanya berupa beras. Namun, bantuan tersebut sudah tidak lagi diterima dalam beberapa bulan terakhir.

Khadijah berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dan bantuan. “Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah untuk merenovasi rumahnya dan memberikan obat untuk anaknya yang sakit,” paparnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial Lebak dan BPS Lebak tahun 2025, ada sekitar 40.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang belum tertangani di Lebak. Sementara itu, jumlah penduduk miskin mencapai 120.000 jiwa atau sekitar 8,4 persen dari total penduduk.***

2