Jumat, 17 April 2026

Saham Bank Banten Dibanderol Rp20 Setelah Libur Lebaran 2024

- Selasa, 16 April 2024

| 19:53 WIB

Bank Banten sukses turunkan biaya operasional sebesar 7,15 persen dikuartal I 2023.

Saham Bank Banten pada perdagangan Selasa (16/4/2024) diangka Rp20. (Foto: Dok. Bank Banten)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) atau (BEKS) dibanderol Rp20 pada perdagangan Selasa (16/4/2024) setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Berdasarkan situs Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Bank Banten dibuka di angka Rp20 per saham atau terjun bebas hingga 9,09 persen.

Sebelummya, pada perdagangan yang ditutup Jumat, 5 April 2024, harga saham Bank Banten di angka Rp 22 per saham.

Kini harga saham BEKS menyentuh level Rp 20 Harga saham BEKS mengalami penurunan drastis sejak penerapan full call auction pada Senin (25/3) lalu yang kala itu harganya masih di kisaran Rp 50 per saham.

Dengan adanya penurunan itu, maka saham Bank Banten hingga kini sudah turun sekitar 60 persen sejak penerapan kebijakan penerapan full call auction.

BEKS terkena dampak kebijakan tersebut mengingat bank daerah milik Pemrov Banten ini masuk dalam papan pemantauan khusus. Alasannya, harga rata-rata sahamnya selama enam bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp 51 per saham.

Tak hanya dialami saham Bank Banten, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka ambruk pada perdagangan pagi ini pasca libur panjang. Indeks dibuka pada level 7.285,7 dan langsung bergerak turun ke 7.089 turun 197 poin atau -2,71%.

Merespon penurunan harga saham Bank Bante, Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo meminta agar Pemprov segera mengevaluasi kinerja direksi Bank Banten.

“Tentunya perlu informasi positif dari Bank Banten dan pemerintah selaku pemilik saham mayoritas untuk menaikan simpati pelaku pasar modal atas saham Bank Banten,” ujar Budi Prajogo.

“Terutama tara kelolanya karena memang ada hal perlu diperbaiki dari sisi itu,” sambungnya.

Terlebih, kata dia, bank plat merah Pemprov Banten itu pernah mengalami kejadian kredit macet yang menyebabkan kerugian yang menahun.

Tercatat hanya di tahun 2023 Bank Banten meraih laba bersih Rp5,42 miliar pada bulan Oktober dan November memperoleh laba bersih Rp9,5 miliar.

Seharusnya, kata Politisi PKS itu, Bank Banten dapat mengelola keuntungannya menjadi lebih baik dengan membangun citra positif yang berujung pada trend kenaikan harga saham.

“Tapi kalau keuntungan bisa dikelola, value perusahaan akan naik. Ini tantangan bagi Bank Banten untuk memperbaiki tata kelola dan memperbaiki kinerjanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menduga saham BEKS terus turun berhari-hari disebabkan oleh peralihan regulasi yang ada.

Menjawab dugaan Al Muktabar, Budi Prajogo menimpal bahwa perubahan regulasi yang ada haruslah membawa angin segar bagi Bank Banten.

“Perubahan regulasi Bank Banten harus menunjukkan kinerjanya dalam bentuk profit yang continue, sustain, berkelanjutan. Itu yang membuat company valuenya naik yah,” tutupnya.***