SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 11 miliar dalam gelaran Serang Fair 2025. Angka ini naik dari pencapaian tahun sebelumnya yang hanya menyentuh Rp 8,9 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, panitia menerapkan strategi baru. Pengunjung yang ingin menonton konser di arena utama harus menunjukkan struk belanja produk UMKM senilai Rp 25 ribu per orang.
“Ini salah satu strategi untuk mengangkat perputaran ekonomi dari para pelaku lokal yang ada di sini, nanti berimbas kepada perputaran ekonomi,” ujar Wahyu Nurjamil Kadis DinkopUKMperindag Kota Serang kepada awak media, Rabu 6 Agustus 2025.
Sekitar 170 UMKM berpartisipasi dalam Serang Fair kali ini. Meski area UMKM bisa diakses secara gratis, tiket masuk ke area konser tetap diwajibkan dengan sistem belanja tersebut.
Wahyu juga menjelaskan alasan pemindahan lokasi acara dari Alun-alun ke Stadion Maulana Yusuf. Hal ini dilakukan demi faktor keamanan.
“Berkaca pada pengalaman 2024 di Alun-alun Kota Serang, dari faktor keamanannya sangat mengkhawatirkan karena bebas masuk,” kata mereka.
Pada acara sebelumnya, jumlah penonton konser mencapai 28 ribu orang. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan insiden, seperti terinjak atau sesak napas, yang sulit dievakuasi.
“Maka dari itu kita pindah ke stadion supaya secara kontrol kita bisa lebih fleksibel, meminimalisir hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.
Terkait kondisi rumput lapangan stadion, Wahyu Murjamil memastikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disparpora). “Setelah event ini akan ada pemeliharaan untuk mengembalikan fungsi rumput sehingga bisa dinikmati kembali oleh pencinta olahraga, khususnya sepak bola,” jelasnya.
Dengan lokasi yang lebih luas, panitia berharap jumlah pengunjung selama lima hari acara bisa melebihi 82 ribu orang.***













