Senin, 19 Oktober 2026

Warga Bangkalok Timur Serang Lestarikan Rebo Wekasan, Padukan Ikhtiar Spiritual dan Tradisi Ngeriung

- Selasa, 11 Agustus 2026

| 21:19 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Warga Lingkungan Bangkalok Timur, Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menggelar tradisi tahunan Sholat Safar dan Ngeriung Rebo Wekasan, Selasa (11/8/2026) malam.

Kegiatan yang diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda setempat ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus mempererat kerukunan antarwarga.

Dalam tradisi Islam Nusantara, Rebo Wekasan merujuk pada Rabu terakhir di bulan Safar. Momen ini dimaknai masyarakat sebagai ikhtiar batin untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala marabahaya dan musibah.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Sholat Sunnah Safar (Sholat Lidaf’il Bala) secara berjamaah usai Sholat Magrib. Usai berdoa bersama, warga melanjutkan acara dengan tradisi ngeriung—makan bersama dari hidangan yang dibawa warga dan disajikan di atas daun pisang serta nampan.

Tokoh Masyarakat Bangkalok Timur, Saprudin, menyatakan bahwa tradisi turun-temurun ini memiliki nilai filosofis yang mendalam terkait kepedulian sosial dan penguatan keimanan.

“Rebo Wekasan adalah momentum ikhtiar batin untuk tolak bala melalui doa dan sedekah. Kita memohon keselamatan serta kedamaian bagi warga Bangkalok Timur dan Kota Serang,” ujar Saprudin.

Menurutnya, tradisi ngeriung juga menjadi simbol kesetaraan dan kebersamaan yang kuat tanpa memandang status sosial.

“Lewat sholat kita bersatu secara spiritual, dan lewat ngeriung kita bersatu secara sosial. Harapan kami, tradisi ini terus lestari sebagai penjaga kearifan lokal,” pungkasnya.***

2