Sabtu, 18 April 2026

Cara Kurangi Ketimpangan di Cilegon Ala Isro-Uyun: Naikkan Honor Guru Madrasah

- Kamis, 31 Oktober 2024

| 23:02 WIB

Isro-Uyun dalam agenda sesi debat di Jakarta, Kamis malam (31/10/2024). Foto: Properti Ekbisbanten.com.

BANTENPRO.CO.ID-Paslon nomor urut 3 Isro Mi’raj-Nurrotul Uyun punya cara jitu atasi ketimpangan pendapatan di Kota Cilegon yang semakin lebar.

“Tagline kami Cilegon Maju Merata. Terkait dengan kesejahteraan, dengan 10 program yang sudah kami sampaikan, kami ingin menegaskan, kami punya program yang membuat ekonomi Cilegon lebih merata. Salah satunya menaikkan honor guru madrasah,” ujar Uyun menjawab pertanyaan tertulis panelis dalam agenda debat Pilkada Cilegon, Kamis malam, 31 Oktober 2024.

Selain itu, Uyun juga memberikan solusi mengatasi ketimpangan di Kota Baja dengan meningkatkan honor para RT, RW, kader Posyandu, Linmas beserta pekerja yang bergerak di bidang sosial lainnya.

“RT, RW, kader Posyandu, Linmas juga kita berikan honorarium, Pemandi Jenazah, Marbot Masjid, Bansos juga kita hadirkan,” ujarnya.

Cara lainnya, lanjut Uyun, dengan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Kota Cilegon. Misalnya, respon cepat call center 24 jam layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Cilegon tanpa memandang status dan kelas.

Terkait ketimpangan, pasangan Uyun, Isro mengatakan bahwa harta tak boleh hanya berputar pada orang kaya, terutama di Kota Cilegon.

Dengan program yang mereka usung, keduanya berjanji bakal mengatasi permasalah ketimpangan yang ada di Kota Cilegon.

Kota Cilegon, kata Isro, saat ini menjadi kota nomor 4 terkaya se-Indonesia dengan rata-rata pendapatan perkapita warganya Rp 2,33 juta.

“Sehingga ini saya rasa disparitas sangat tinggi, bagaimana yang kaya melaju dengan cepat, sementara yang miskin merangkak ke belakang, ini tak adil,” ujarnya.

Adapun dalam pemaparan yang dibacakan moderator debat, ketimpangan atau indeks gini ratio Kota Cilegon terus mengalami peningkatan. Artinya, jumlah pendapatan orang kaya dan miskin semakin lebar.

Indeks gini ratio Kota Cilegon di tahun 2019 sebesar 0,315. Meningkat di tahun 2023 menjadi 0,362 dengan PDRB di angka Rp 129,53 triliun.

Hal ini menjadikan Kota Cilegon menjadi kota terbesar ketiga secara rata-rata pendapatan warganya se-Provinsi Banten. Namun yang menyumbang angka pendapatan rata-rata besar itu hanyalah segelintir orang kaya yang menopang banyak orang miskin.