Sabtu, 23 Mei 2026

Warga Taktakan Demo Tolak Kiriman Sampah Tangsel ke TPSA Cilowong

- Selasa, 6 Januari 2026

| 18:13 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sejumlah warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, menggelar aksi unjuk rasa menolak MoU (Memorandum of Understanding) pembuangan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan Pemerintah Kota Serang. Warga keberatan TPSA Cilowong terus dijadikan tempat pembuangan sampah dari luar daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa membentangkan spanduk putih berukuran besar dengan tulisan cat semprot merah dan hitam. “Tolak Pembuangan Sampah,” demikian bunyi salah satu tulisan di spanduk yang dibentangkan warga di pinggir jalan akses menuju tempat pembuangan.

Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat mengenai kapasitas TPSA Cilowong yang kian menyusut, namun beban sampah yang diterima justru bertambah dari wilayah tetangga. Warga menilai, masuknya sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) hanya menambah beban polusi udara berupa bau busuk yang menyengat dan risiko pencemaran air lindi.

“Kami yang merasakan dampaknya setiap hari. Bau dan ceceran air lindi di jalanan sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga,” ujar salah satu peserta aksi di lokasi, Selasa (06/01/2026).

Warga mendesak Wali Kota Serang untuk mengevaluasi secara total atau bahkan membatalkan kerja sama pembuangan sampah tersebut. Menurut mereka, kompensasi atau dana bagi hasil yang diterima pemerintah daerah tidak sebanding dengan penderitaan lingkungan yang dialami warga Taktakan.

Warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk menghentikan kiriman sampah dari Tangsel tidak segera dipenuhi oleh Pemerintah Kota Serang.

Sebelumnya, kerja sama pembuangan sampah antarwilayah ini memang sering menuai pro dan kontra. Pemkot Tangsel memilih Cilowong sebagai lokasi pembuangan karena kondisi TPSA Cipeucang di Tangsel yang sudah melebihi kapasitas (overload). Namun, bagi warga Taktakan, solusi bagi Tangsel tersebut dianggap menjadi beban baru bagi warga Kota Serang.***

2