Jumat, 1 Mei 2026

Bantu Warga Tidak Mampu Jelang Ramadan, PT ABM Tebar 5.900 Paket Sembako

- Rabu, 4 Maret 2026

| 22:56 WIB

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten bekerja sama dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau PT ABM, membagikan paket sembako kepada 5.900 penerima manfaat yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

Bantuan yang diberikan secara gratis ini menyasar penerima dari golongan desil 1 dan 2, yakni masyarakat kurang mampu. Basis data penerima disediakan oleh Dinas Ketapang yang disinkronkan dengan data Kelurahan dan Kecamatan untuk wilayah yang rentan pangan.

“Paket sembako yang diterima oleh masyarakat meliputi 1 kg daging ayam frozen dan 10 kg beras,” ujar Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Maruf pada Rabu (4/2/2026).

Dalam proses penyaluran, Dinas Ketapang bersinergi dengan PT ABM, Bulog, dan PT POS. Para penerima datang ke lokasi penyaluran dengan membawa surat undangan elektronik yang disebarkan melalui aplikasi Pos Giro Cash (PGC).

“Penyaluran beras dilakukan oleh PT POS, sedangkan daging ayam oleh PT ABM,” jelasnya.

Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam satu minggu, namun akan disesuaikan jika membutuhkan waktu tambahan. “Kita menargetkan minggu ini bisa selesai, sehingga penerima bantuan bisa memanfaatkannya lebih cepat,” imbuh Irfan.

Kegiatan ini merupakan arahan dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah agar PT ABM berperan aktif membantu masyarakat. “Apalagi di bulan Ramadan ini, kebutuhan bahan pokok cukup tinggi dan beberapa mengalami kenaikan harga. Sehingga diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketapang M Nasir menambahkan, bantuan dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menurunkan tingkat rentan dan rawan pangan di Banten. Penentuan wilayah rawan berdasarkan kajian Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Peta ketahanan dan kerentanan pangan yang dibuat secara berjenjang.

Selain itu, pembagian bantuan juga bertujuan mengendalikan inflasi. Menurut rilis BPS bulan Februari 2026, inflasi Provinsi Banten mencapai 0,93 persen dan berada pada posisi keempat tertinggi di Indonesia. Salah satu penyumbang inflasi adalah daging ayam ras.

“Upaya ini sangat tepat dengan memberikan bantuan ayam frozen dan beras, sehingga masyarakat miskin atau rentan pangan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Insya Allah data rentan pangan dapat berkurang,” ucap M Nasir.

Ia menegaskan, ini merupakan bentuk perhatian gubernur dan wakil gubernur dalam menjaga stabilitas inflasi serta melakukan intervensi untuk menurunkan angka kerentanan pangan di Provinsi Banten.***

Bantuan Sembako, PT ABM, Dinas Ketapang Banten, Ketahanan Pangan, Ramadan 2026, Inflasi Banten, Provinsi Banten, Banten Pro,