Kamis, 2 Juli 2026

Sampah Masih Berserakan, Camat Kasemen Instruksikan Lurah Segera Bentuk Titik TPS

- Kamis, 2 Juli 2026

| 12:05 WIB

Camat Kasemen, Sugiri

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kecamatan Kasemen menyatakan perang terhadap persoalan sampah liar yang masih marak ditemukan di bantaran kali, ruas jalan, hingga permukiman warga. Camat Kasemen, Sugiri, menegaskan bahwa penanganan limbah kini menjadi prioritas utama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektoral.

Sebagai langkah konkret, pihak kecamatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh lurah untuk mengorganisir penanganan sampah secara komprehensif. Sugiri menyoroti munculnya keluhan warga terkait tumpukan sampah yang sempat viral di media sosial.

“Ini masalah krusial. Saya minta lurah segera mengumpulkan RT dan RW untuk menentukan titik-titik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di lingkungan masing-masing,” ujar Sugiri, Rabu (1/7/2026).

Sugiri menargetkan minimal setiap kampung menyediakan tiga titik pembuangan sampah resmi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam melakukan pengangkutan.

Untuk wilayah perkampungan yang belum memiliki sistem pengelolaan, pihak kecamatan mendorong penguatan swadaya masyarakat melalui iuran pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara untuk perumahan, sistem yang sudah berjalan diminta untuk tetap dipertahankan.

Tak hanya infrastruktur, Kecamatan Kasemen juga menggalakkan edukasi pemilahan sampah organik dan nonorganik dari tingkat rumah tangga. Dalam upaya mengubah perilaku masyarakat, Sugiri melibatkan mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

“Mahasiswa harus hadir membawa manfaat nyata, bukan sekadar praktik lapangan. Bantu warga mengedukasi cara memilah sampah dan sediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah,” tambahnya.

Sugiri menegaskan, pembiaran sampah akan berdampak fatal pada ekosistem lingkungan, terutama pencemaran air sungai yang menjadi sumber kehidupan warga. “Ini tanggung jawab bersama. Jika kali tercemar, masyarakat sendiri yang akan menanggung risikonya,” tutupnya.***

2