SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Bank Indonesia (BI) resmi memiliki pimpinan baru di Provinsi Banten. Sofwan Kurnia dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, menggantikan Ameriza M. Moesa yang sebelumnya menjabat sejak Februari 2024 hingga Juni 2026.
Pengukuhan Sofwan Kurnia dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono di Serang, Jumat (4/9/2026).
Pergantian pimpinan tersebut menjadi bagian dari regenerasi dan kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Bank Indonesia. Thomas berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan untuk menjawab tantangan ekonomi ke depan.
Menurut Thomas, Banten memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Provinsi ini ditopang basis industri yang kuat, perkembangan investasi, konektivitas yang terus meningkat, serta letak geografis yang strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan. Pada kuartal II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi Banten bahkan tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 5,49 persen. Capaian tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi, serta kinerja sejumlah sektor ekonomi utama.
Thomas menilai momentum tersebut harus dijaga melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Sinergi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru,” demikian pesan yang disampaikan dalam pengukuhan tersebut.
Kepada Sofwan Kurnia, Thomas meminta agar peran BI Banten sebagai mitra strategis pemerintah daerah terus diperkuat.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain pengendalian stabilitas harga, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas asesmen ekonomi daerah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang mampu merespons kebutuhan daerah.
BI juga didorong untuk ikut memperkuat posisi Banten sebagai salah satu pusat industri dan investasi. Letak Banten yang berada dalam kawasan aglomerasi Jabodetabek dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pemprov Banten Siap Perkuat Kolaborasi
Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik kepemimpinan baru di Bank Indonesia. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten siap memperkuat kerja sama dengan BI dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Andra, kolaborasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Banten, yakni “Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi”.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional, peningkatan investasi, penguatan UMKM dan rantai pasok lokal, hingga transformasi digital.
Andra menekankan, tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, misalnya, pemerintah dan BI harus duduk bersama untuk mencari solusi.
Hal serupa berlaku ketika investasi menghadapi berbagai kendala. Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait harus mencari jalan keluar agar iklim investasi tetap kondusif.
“Kalau ada harga pangan yang naik, kita harus bersama-sama mencari solusinya. Kalau investasi ada hambatan, kita bersama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Andra.
Ia juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap pelaku UMKM. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan pelaku usaha mendapatkan akses pasar maupun pembiayaan sehingga dapat berkembang dan ikut menikmati pertumbuhan ekonomi.
Setiap peluang ekonomi yang hadir di Banten, lanjut Andra, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemprov Banten pun membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Bank Indonesia. Andra berharap hubungan kedua lembaga tidak berhenti pada kerja sama formal, melainkan berkembang menjadi kolaborasi yang solid dalam satu tim.
Dengan penguatan sinergi antara BI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Banten diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.***













