Sabtu, 26 September 2026

Video Pelajar Konvoi Bawa Sajam Viral, 8 Siswa SMPN 1 Bandung Dipanggil Polisi

- Jumat, 25 September 2026

| 19:56 WIB

8 Siswa SMPN 1 Bandung Dipanggil Polisi Usai Video Konvoi Bawa Sajam Viral

Polisi bersama pihak sekolah dan orang tua memberikan pembinaan kepada delapan siswa SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, setelah video konvoi pelajar membawa senjata tajam beredar di media sosial. (Foto: Istimewa)

SERANG,BANTENPRO.CO.ID – Video sejumlah pelajar melakukan konvoi sepeda motor sambil membawa senjata tajam beredar di media sosial. Polisi langsung mendatangi SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, untuk menindaklanjuti video tersebut.

Peristiwa konvoi itu diketahui terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memanggil para siswa yang diduga terlibat.

Sebanyak delapan siswa bersama orang tua atau wali masing-masing dimintai klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan, para siswa mengakui mengikuti konvoi tersebut.

Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi mengatakan polisi bersama pihak sekolah dan orang tua memilih memberikan pembinaan kepada para siswa.

“Kami sudah memberikan arahan dan penekanan kepada para siswa agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua juga sangat penting,” kata Yusup, Jumat (25/9/2026).

Selain mendapat pembinaan, delapan siswa tersebut bersama orang tua masing-masing membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperbaiki diri dengan tetap berada dalam pengawasan.

Yusup mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar para pelajar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun membahayakan keselamatan.

“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan melakukan konvoi maupun membawa benda yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Yusup berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi siswa, orang tua, dan sekolah untuk meningkatkan pengawasan.

“Kami berharap anak-anak tetap bisa beraktivitas dan belajar dengan baik, namun jangan melakukan kegiatan yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

2