SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni resmi menunjuk Plt. Inspektorat Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina sebagai Komisaris PT Banten Global Development (BGD). Sitti Ma’ani Nina ditunjuk sebagai Komisari BUMD Pemprov Banten berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT BGD yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah. Acara RUPSLB PT BGD tersebut digelar di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kelurahan Curug, Kota Serang, Senin (30/6/2025) malam.
Informasi tersebut dibenarkan Asda 2 Provinsi Banten M Yusuf dan Plt Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Banten Nia Karmina Juliasih saat dikonfirmasi Bantenpro.co.id, Selasa (1/7/2025).
“(Pengurus BGD) tidak ada yg diberhentikan. Semua masih tetap sama. Hanya diisi yang kosong aja, biar roda organisasi berjalan dengan baik. BGD diisi yang sudah lama berhenti yaitu Pak Kusnan sudah berhenti lama sekarang diisi Bu Nina selaku Plt Inspektur (Provinsi Banten),” kata M Yusuf kepada Bantenpro.co.id.
Dengan demikian, selain menjabat sebagai Plt. Inspektorat Provinsi Banten dan Komisaris PT BGD, Sitti Ma’ani Nina kini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Banten.
(Ibu Sitti Ma’ani Nina menjabat) hanya Komisaris saja,” kata Plt Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Banten Nia Karmina Juliasih.
Untuk diketahui, dari sisi kinerja keuangan, PT BGD mencatatkan laba sebesar sebesar Rp5,4 miliar pada tahun 2024. Perolehan laba tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2023 senilai Rp20,9 miliar. Penyebabnya, pada saat itu laporan keuangan komprehensif Bank Banten masih menjadi bagian dari PT BGD. Adapun rincian kontribusi laba dari Bank Banten sendiri sebesar Rp18 miliar, sedangkanlaba dari PT BGD sebesar Rp2,98 miliar.
“Laporan ini menjadi cerminan dari upaya kami dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan. Seluruh pencapaian tersebut telah diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik Sriyadi Elly Sugeng & Rekan,” ujar Razid Chaniago dalam keterangan tertulis, belum lama ini.***













