Kamis, 30 April 2026

Geng Pelajar Serang Siswa PKL di Lebak, Korban Trauma

- Rabu, 30 Juli 2025

| 12:38 WIB

LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan sekelompok pelajar berseragam putih abu-abu menyerang seorang siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sebuah bengkel di Kabupaten Lebak. Beruntung, aksi penyerangan itu segera dibubarkan oleh warga sekitar.

Dalam video yang beredar luas, tampak jelas gerombolan pelajar tersebut tiba-tiba menyerang siswa PKL dari SMKN 1 Pandeglang yang sedang berdiri di depan bengkel. Kejadian ini membuat siswa bernama Fikri (18) ketakutan dan berusaha melarikan diri ke lapak pedagang di dekat lokasi.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bereaksi dan mendatangi gerombolan pelajar, membuat mereka kocar-kacir. Saking paniknya, salah satu kendaraan yang mereka gunakan bahkan ditinggalkan di lokasi.

Fikri menceritakan, saat itu dirinya hendak membeli gorengan tak jauh dari bengkel di Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Tiba-tiba, gerombolan pelajar yang mengendarai lebih dari empat sepeda motor datang dan langsung menyerang.

“Waktu itu saya disuruh beli gorengan sama bos. Pas saya mau nyebrang jalan, mereka datang gerombolan naik empat motor lebih, terus saya dikejar dan mau dipukulin. Untung warga datang, jadi mereka kabur. Satu motor sempat diamankan di sini,” ujar Fikri kepada awak media pada Selasa (29/7/2025).

Fikri mengaku takut dan bingung karena tidak mengenal para pelaku. Ia juga memastikan tidak pernah memiliki masalah dengan mereka sebelumnya.

“Saya enggak kenal sama mereka, enggak ada masalah juga. Tapi mereka langsung nyerang. Mereka itu dari sekolah Setia Budhi Rangkasbitung. Saya di sini lagi PKL di bengkel mobil. Alhamdulillah saya enggak luka, tapi saya trauma,” ungkap Fikri.

Fikri berharap pihak berwenang segera menangkap para pelaku demi menjaga keamanan pelajar lain yang sedang menjalani kegiatan serupa. “Harapan saya sih pelakunya bisa dikejar dan ditangkap. Soalnya ini sangat berbahaya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait insiden penyerangan tersebut.***