Selasa, 21 April 2026

IMALA Kritik Pengadaan Tempat Tidur Untuk Gubernur Banten Terpilih

- Jumat, 14 Februari 2025

| 14:20 WIB

Ketua Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) Ridwanul Maknunah. (Foto: Istimewa)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pengadaan tempat tidur bagi gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih periode 2025-2030 yang menelan anggaran hampir setengah miliar menuai kritikan keras. Salah satunya datang dari Ketua Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) Ridwanul Maknunah.

“Sangat disayangkan jika alokasi anggaran untuk tempat tidur gubernur, yang secara fungsional tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, lebih diutamakan daripada pembangunan sektor-sektor yang justru mengentaskan kemiskinan,” ujar Ridwan kepada Ekbisbanten.com, Jumat (14/2/2025).

Menurut Ridwanul, anggaran pengadaan itu terlalu fantastis dan dinilai tidak tepat dalam perencanaan keuangan daerah.

“Dengan nilai hampir setengah miliar rupiah untuk tempat tidur seorang gubernur, kita harus bertanya: Apakah ini investasi untuk seorang raja atau pemimpin yang melayani rakyat?” katanya.

Ia juga menyebut, pengalokasian anggaran tempat tidur itu dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat Banten yang tengah bergulat dengan berbagai masalah ekonomi.

“Banten yang merupakan salah satu provinsi dengan pendapatan per kapita yang masih jauh di bawah rata-rata nasional, seharusnya memprioritaskan anggaran untuk sektor yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat,” katanya.

“Misalnya, dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki infrastruktur, atau memperkuat sistem kesehatan yang kerap kesulitan menghadapi kebutuhan masyarakat,” sambung Ridwan.

Sementara itu kata dia, warga Banten masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

“Kita malah melihat adanya alokasi dana yang lebih besar untuk sebuah tempat tidur mewah. Apakah ini mencerminkan kepemimpinan yang sensitif terhadap kondisi rakyat?” tanya Ridwanul.

Ridwanul mengingatkan, dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, lebih banyak dana seharusnya dialokasikan untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat.

“Seperti bantuan sosial, subsidi kebutuhan pokok, dan pembiayaan bagi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat Banten,” terangnya.

Ridwanul menambahkan, Gubernur Banten dan pemerintah daerah seharusnya lebih bijak dalam menentukan prioritas anggaran, terutama ketika Banten masih berjuang mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

“Anggaran yang lebih bijak dan bermanfaat, seperti untuk pendidikan yang berkualitas atau peningkatan fasilitas kesehatan, akan jauh lebih relevan dengan kebutuhan rakyat saat ini,” katanya.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Perlengkapan pada Sekretariat Daerah (Setda) Banten Rina Dewiyanti tak membantah terkait adanya pagu anggaran pengadaan tempat tidur senilai hampir setengah miliar itu.

Namun, pagu pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tersebut kata Rina, bukan merupakan pagu realisasi.

“Sudah saya jelaskan di awal pengadaan-pengadaan tersebut sudah teranggarkan di APBD 2025, (tapi) belum direalisasikan menunggu arahan gubernur dan wagub terpilih,” kata Rina saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).

Rina mengatakan, pengadaan tempat tidur dengan pagu cukup fantastis itu nantinya bakal diperuntukan bagi gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih.

“Ini pemenuhan sarana prasarana sesuai dengan aturan yang sudah direncanakan, dianggarkan jauh sebelun penetapan gubernur terpilih,” pumgkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Banten melalui Biro Umum dan Perlengkapan pada Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten menganggarkan pengadaan tempat tidur hampir mencapai setengah miliar untuk gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih.

Demikian terungkap dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Provinsi Banten dilihat Bantenpro.co.id, Kamis (13/2/2025). Paket pengadaan itu memiliki kode rancangan umum pengadaan (RUP) 55086871.

“Pengadaan Tempat Tidur” demikian nama paket yang tertulis di SiRUP LKPP Provinsi Banten.

Anggaran pengadaan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Spesifikasi pekerjaan paket itu yakni Pengadaan Tempat Tidur Ukuran 200 x 200 dan 180 x 180.

“Total pagu 426.840.000,” teranganya.***